IHSG Balik Arah ke Zona Merah, BBCA dan BBRI Jadi Pemberat

Ilustrasi pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia yang berbalik melemah pada perdagangan Jumat (18/9/2026) (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 18 September 2026 | 22:31:47 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan siang Jumat (18/9/2026), turun 0,35% ke posisi 6.439. Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi tekanan pada saham-saham big caps, khususnya Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI).

Padahal, pada perdagangan pagi IHSG sempat melesat ke zona hijau hingga menyentuh level 6.521. Namun, menjelang siang, indeks komposit berbalik arah dan pelemahannya semakin dalam hingga mencapai titik terendah 6.433.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp7,5 triliun dari sejumlah 14,91 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,07 juta kali. Sebanyak 207 saham masih menguat, sementara 406 saham melemah dan 173 saham lainnya stagnan.

Saham-saham keuangan, termasuk perbankan big caps, menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang tersebut. Beberapa di antaranya adalah BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Sementara itu, sektor kesehatan, infrastruktur, dan keuangan mencatat pelemahan paling dalam, masing-masing sebesar minus 1,66%, 1,26%, dan 1,17%.

Sejumlah saham-saham big caps dengan bobot besar menjadi pemberat IHSG hingga masuk dalam jajaran top losers pada Jumat (18/9/2026).

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 11,09 poin
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 8,8 poin
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 7,38 poin
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,23 poin
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 3,71 poin
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 2,65 poin
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 2,58 poin
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 2,58 poin
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 1,85 poin
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengurangi 1,71 poin

Selain saham-saham tersebut, sejumlah saham LQ45 lainnya juga turut menekan IHSG. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2,58%, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 2,09%, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi 2,02%.

Saham PT XLSmart Tbk (EXCL) juga turun 2,02%, sementara saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 1,89%.

Phintraco Sekuritas menyebut pasar mencermati paparan Goldman Sachs yang melihat The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps pada pertemuan Oktober 2026. Probabilita juga menunjukkan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga 25bps pada Desember 2026 dengan probabilita mencapai 89%.

IHSG sempat dibuka menguat, tetapi kemudian berbalik melemah dan masuk ke zona merah hingga perdagangan sesi I. Investor saat ini mencermati keputusan kenaikan suku bunga global yang berpotensi memengaruhi keputusan suku bunga BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia minggu depan.

Di sisi lain, harga minyak brent yang kembali turun dinilai relatif positif bagi negara net importir minyak seperti Indonesia.

Reporter: Ibtihal