Pengalihan Saham Whoosh ke Kemenkeu Tanpa Pakai Dana APBN

Ilustrasi Whoosh (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 19 September 2026 | 21:59:59 WIB

JAKARTA – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Evita Manthovani menyatakan pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh tak libatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Porsi saham selama ini dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT PSBI, sedangkan 40 persen saham sisanya tetap dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

“Tentunya ini sesuai dengan harapan, tidak dengan melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI,” kata Evita sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proses finalisasi pengalihan saham tersebut saat ini tengah dilakukan oleh pihak Kemenkeu.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bersamaan dengan langkah ini, Kemenkeu mengevaluasi nilai saham dengan memetakan aspek finansial, bisnis, operasional, serta hukum.

“Saat ini di Kementerian Keuangan sedang berjalan due diligence dan juga evaluasi nilai saham terhadap saham PSBI yang akan dialihkan,” ucap Evita sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selanjutnya, Kemenkeu berkoordinasi dengan BP BUMN dan BPI Danantara guna menyusun rancangan peraturan presiden (Perpres).

Okupansi turis mancanegara yang memanfaatkan layanan kereta cepat Whoosh didominasi oleh penumpang asal Malaysia.

Berdasarkan data penjualan pada awal September 2026, tercatat sebanyak 2.300 tiket Whoosh dibeli oleh wisatawan Malaysia atau rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.

"Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar," kata General Manager Corporate Secretary Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, KCIC secara keseluruhan telah melayani 105.095 penumpang berkewarganegaraan Malaysia.

Sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang Whoosh warga negara asing (WNA) memang didominasi oleh wisatawan dari Malaysia.

Reporter: Akbar