Panglima TNI Minta Perwira Muda Ubah Doktrin dan Latihan Ikuti Teknologi Perang

Panglima TNI Minta Perwira Muda Ubah Doktrin dan Latihan Ikuti Teknologi Perang
Penulis: Erik Handoko
Minggu, 20 September 2026 | 09:45:00 WIB

INSIDERINDONESIA.COM — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta perwira muda mengubah doktrin dan pola latihan mengikuti perkembangan teknologi peperangan yang makin canggih. Arahan itu disampaikan menjelang puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas, Jakarta. Agus menegaskan modernisasi alutsista tidak cukup tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Agus, perubahan teknologi peperangan menuntut penyesuaian menyeluruh, mulai dari doktrin hingga metode latihan. Ia menyebut visi TNI Kuat Bersama Rakyat sebagai kerangka utama transformasi tersebut.

"Jadi saya mengajak generasi-generasi muda, khususnya perwira muda TNI untuk menjadi perwira yang mau berubah ya, secara doktrin, latihan, dan sebagainya," ujar Agus.

Doktrin PRIMA Jadi Acuan Modernisasi

Agus menjelaskan visi PRIMA yang ia canangkan mencakup lima aspek: profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Kelima aspek itu ia posisikan sebagai dasar penyesuaian TNI terhadap lingkungan strategis yang bergerak cepat.

Ia menilai perang modern tidak lagi bertumpu pada kekuatan personel semata. Teknologi menjadi variabel penentu, sehingga kesiapan doktrin dan latihan tidak bisa ditunda.

"Disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang kalau lihat peperangannya sudah semakin canggih ya," kata Agus.

SDM Jadi Kunci, Bukan Hanya Alutsista

Panglima TNI menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prasyarat. Tanpa personel yang mumpuni, pengadaan alutsista disebut tidak akan memberi dampak optimal.

"Kita akan menuju ke sana tapi kita harus meningkatkan sumber daya manusia yang bagus, latihannya juga harus.. ya harus harus mau ya, mau ada perubahan-perubahan," tambahnya.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa reformasi internal TNI berjalan seiring dengan modernisasi peralatan. Keduanya ia gambarkan sebagai satu paket kebijakan, bukan dua jalur terpisah.

Rangkaian HUT ke-81 dan Satuan Baru

Puncak peringatan HUT ke-81 TNI digelar 5 Oktober 2026 di Monas. Agenda utamanya meliputi upacara, peresmian satuan baru, parade dan defile pasukan, serta demo gabungan alutsista.

Sebelum puncak acara, TNI menggelar sejumlah kegiatan pendukung di beberapa wilayah. Rangkaian itu mencakup olahraga, bakti sosial, bakti kesehatan, dan pameran alutsista seperti TNI Fair 2026 di Monas pada 19-20 September 2026.

Pameran tersebut menarik perhatian warga yang datang melihat langsung kendaraan utama sistem senjata yang dipamerkan. Peresmian satuan baru pada 5 Oktober nanti akan menjadi indikator pertama arah reorganisasi yang disiapkan Panglima TNI.

Reporter: Erik Handoko