Rabu, 04 Februari 2026

Gerhana Matahari Cincin Februari Terlihat Wilayah Dunia Ini

Gerhana Matahari Cincin Februari Terlihat Wilayah Dunia Ini
Gerhana Matahari Cincin Februari Terlihat Wilayah Dunia Ini

JAKARTA - Langit Februari akan menghadirkan peristiwa astronomi yang jarang terjadi dan selalu menarik perhatian publik. 

Pada pertengahan bulan, pengamat langit di berbagai belahan dunia akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin, sebuah fenomena ketika Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari sehingga menyisakan lingkaran cahaya menyerupai cincin api. 

Fenomena ini bukan hanya menjadi momen penting bagi pencinta astronomi, tetapi juga menandai gerhana Matahari pertama sepanjang tahun 2026.

Baca Juga

Jerawat di Dahi Sering Muncul Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari mendatang akan tampak berbeda dibandingkan gerhana total yang lebih dikenal masyarakat. Meski Matahari tidak tertutup sepenuhnya, pemandangan yang dihasilkan tetap dramatis dan memiliki nilai ilmiah tinggi. 

Sejumlah wilayah di dunia akan kebagian kesempatan mengamati fenomena ini, meski tidak semuanya dapat melihat fase cincin secara langsung.

Gerhana Matahari Cincin Pertama di Tahun Ini

Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 17 Februari merupakan pembuka rangkaian gerhana Matahari sepanjang 2026. Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, tetapi jarak Bulan yang lebih jauh membuat diameter tampaknya lebih kecil dibandingkan Matahari. Akibatnya, saat fase puncak, bagian luar Matahari masih terlihat membentuk lingkaran terang.

Fenomena ini akan terlihat jelas dari bagian terpencil Antarktika dan wilayah selatan Samudra Selatan. Sementara itu, gerhana sebagian akan dapat diamati dari sejumlah wilayah lain seperti ujung selatan Amerika Selatan, Afrika Selatan, Samudra Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, serta sebagian besar kawasan Antarktika. Artinya, tidak semua wilayah akan menyaksikan “cincin api”, tetapi tetap dapat menikmati perubahan bentuk Matahari secara bertahap.

Dikutip dari Earthsky, istilah Gerhana Matahari Cincin berasal dari kata Latin annulus yang berarti cincin. Penamaan ini merujuk pada tampilan Matahari saat puncak gerhana, ketika permukaannya membentuk lingkaran cahaya terang yang khas.

Wilayah Dunia yang Bisa Menyaksikan Fenomena

Tidak semua gerhana Matahari dapat diamati secara luas, dan hal serupa berlaku untuk peristiwa ini. Berdasarkan data Time and Date, wilayah yang berpeluang menyaksikan Gerhana Matahari Cincin mencakup Antartika, Argentina, Botswana, Wilayah Samudra Hindia Britania, Chili, Komoro, Eswatini, Wilayah French Southern, Lesotho, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mayotte, Mozambik, Namibia, Reunion, Seychelles, Afrika Selatan, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, Tanzania, Zambia, serta Zimbabwe.

Wilayah-wilayah tersebut berada di jalur pengamatan yang memungkinkan melihat gerhana, baik dalam bentuk cincin maupun sebagian. Sementara itu, kawasan di luar daftar tersebut tidak akan dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung.

Keberadaan gerhana di wilayah selatan Bumi membuat fenomena ini lebih banyak dinikmati oleh negara-negara di belahan Bumi selatan. Meski demikian, informasi dan siaran langsung dari berbagai lembaga astronomi tetap memungkinkan masyarakat di wilayah lain ikut menyaksikan momen langka ini secara daring.

Tahapan Waktu Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 berlangsung dalam beberapa fase yang membentang selama beberapa jam. Gerhana sebagian akan dimulai pada pukul 09.56 UTC atau 16.56 WIB. Pada fase ini, Bulan mulai “menggerogoti” piringan Matahari secara perlahan.

Fase gerhana cincin dimulai pada pukul 11.42 UTC atau 18.42 WIB. Pada tahap inilah Bulan menutupi bagian tengah Matahari, meninggalkan lingkaran cahaya di sekelilingnya. Puncak gerhana terjadi pada pukul 12.12 UTC atau 19.12 WIB, ketika Matahari tertutup sekitar 96 persen oleh Bulan.

Setelah itu, fase cincin akan berakhir pada pukul 12.41 UTC atau 19.41 WIB, dan gerhana sebagian akan berakhir sepenuhnya pada pukul 14.27 UTC atau 21.27 WIB. 

Secara keseluruhan, fenomena ini berlangsung selama 271 menit. Pada waktu maksimum, “cincin api” Matahari akan tampak selama sekitar 2 menit dan 20 detik bagi pengamat yang berada tepat di jalur pusat gerhana.

Cara Aman Mengamati Gerhana Matahari

Meski terlihat menawan, Gerhana Matahari Cincin tidak aman untuk diamati dengan mata telanjang. Tidak seperti gerhana total, Matahari tidak pernah sepenuhnya tertutup, sehingga radiasi cahaya masih berbahaya bagi retina. Karena itu, penggunaan perlindungan mata menjadi hal yang wajib.

Pengamat disarankan menggunakan kacamata khusus gerhana atau filter Matahari yang sesuai standar keselamatan. Alternatif lain adalah menggunakan metode proyeksi tidak langsung untuk melihat bayangan Matahari. Tanpa perlindungan yang tepat, melihat Matahari saat gerhana dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.

Meski tidak sedramatis Gerhana Matahari Total, fenomena ini tetap menawarkan pengalaman visual yang unik. Perubahan cahaya lingkungan, bentuk Matahari yang tak biasa, serta durasi “cincin api” menjadikan gerhana ini layak dinantikan. 

Bagi pencinta astronomi, Gerhana Matahari Cincin 17 Februari menjadi momen penting untuk mengawali pengamatan langit sepanjang 2026.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan

IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan

Laba BNI Diproyeksi Pulih Tahun 2026 Didorong Kredit

Laba BNI Diproyeksi Pulih Tahun 2026 Didorong Kredit

BNI Bukukan Laba 2025 Saham BBNI Menarik Dicermati

BNI Bukukan Laba 2025 Saham BBNI Menarik Dicermati

Kredit Manufaktur Menguat Berkat Bangkitnya Industri Besi Baja

Kredit Manufaktur Menguat Berkat Bangkitnya Industri Besi Baja

Strategi Bank Jaga Kecukupan Modal Hadapi Tantangan 2026

Strategi Bank Jaga Kecukupan Modal Hadapi Tantangan 2026