Penyebab Pasar Mobil Listrik Dunia Mengalami Penurunan Drastis Akibat Peran Besar China Dan AS
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Pasar mobil listrik global saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup berat seiring dengan terjadinya penurunan permintaan di berbagai wilayah dunia.
Fenomena merosotnya angka penjualan kendaraan ramah lingkungan ini dipicu oleh dinamika kebijakan serta kondisi ekonomi yang terjadi di negara China dan juga Amerika Serikat.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada rantai pasok energi hijau serta strategi produksi para produsen otomotif terkemuka yang sebelumnya sangat ambisius dalam melakukan ekspansi pasar nasional.
Baca JugaPeluncuran Linghui E9 Secara Resmi Membidik Pasar Armada Dan Layanan Ride Hailing Indonesia
Hingga Kamis 19 Februari 2026 laporan mengenai lesunya pasar otomotif berbasis baterai terus menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri dan juga para pengamat ekonomi dunia.
Peran Strategis Kebijakan China Terhadap Fluktuasi Pasar Mobil Listrik
Negeri Tirai Bambu yang selama ini menjadi motor penggerak utama kendaraan listrik mulai melakukan penyesuaian terhadap skema subsidi yang diberikan kepada para produsen maupun konsumen lokal.
Langkah pengurangan insentif tersebut secara otomatis meningkatkan harga jual unit kendaraan di tingkat diler sehingga membuat minat beli masyarakat mengalami penurunan yang cukup signifikan sekali.
Pemerintah China kini lebih fokus pada standarisasi teknologi dan juga efisiensi baterai guna menyaring pemain industri yang hanya mengandalkan bantuan dana dari pemerintah pusat selama ini.
Dampak Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat Bagi Industri Kendaraan Listrik
Di sisi lain Amerika Serikat mulai menerapkan berbagai regulasi perdagangan yang lebih ketat termasuk pengenaan tarif impor terhadap komponen inti baterai yang berasal dari negara lain.
Hingga Kamis 19 Februari 2026 kenaikan biaya produksi di Amerika Serikat menyebabkan harga jual mobil listrik menjadi kurang kompetitif dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional yang jauh lebih murah.
Hal ini diperparah dengan lambatnya pembangunan infrastruktur pengisian daya di beberapa negara bagian sehingga masyarakat masih merasa ragu untuk beralih menggunakan moda transportasi berbasis listrik murni.
Tantangan Ketersediaan Bahan Baku Dan Harga Baterai Di Pasar Global
Ketergantungan terhadap mineral mentah seperti litium dan nikel yang harganya masih fluktuatif menjadi salah satu hambatan utama bagi keberlangsungan industri otomotif masa depan yang berkelanjutan.
Para produsen terpaksa menaikkan harga unit mobil guna menutupi biaya operasional yang membengkak akibat gangguan distribusi logistik internasional yang belum sepenuhnya pulih secara total dan juga merata.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi para investor yang sebelumnya sangat optimis terhadap pertumbuhan sektor energi bersih di tengah kampanye pengurangan emisi karbon secara global saat ini.
Strategi Adaptasi Produsen Otomotif Dalam Menghadapi Lesunya Permintaan
Guna menyiasati kondisi pasar yang sedang lesu sejumlah merek besar mulai melakukan diversifikasi produk dengan kembali meluncurkan varian mobil hibrida yang dinilai lebih sangat terjangkau harganya.
Hingga Kamis 19 Februari 2026 langkah efisiensi besar-besaran dilakukan di berbagai lini produksi untuk memastikan perusahaan tetap bertahan di tengah penurunan volume penjualan yang cukup tajam tersebut.
Inovasi pada sistem manajemen energi serta pengembangan teknologi baterai yang lebih murah terus dikejar sebagai solusi jangka panjang agar harga mobil listrik dapat kembali dapat diterima masyarakat.
Proyeksi Masa Depan Ekosistem Kendaraan Listrik Di Tengah Dinamika Ekonomi
Meskipun saat ini sedang mengalami perlambatan para pakar otomotif percaya bahwa tren penggunaan kendaraan listrik akan tetap menjadi masa depan transportasi dunia yang sangat tidak terelakkan lagi.
Diperlukan adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah produsen dan juga penyedia infrastruktur untuk menciptakan ekosistem pendukung yang jauh lebih stabil dan juga sangat ramah bagi kantong konsumen.
Kedaulatan energi hijau akan tercapai jika semua pihak mampu melewati masa sulit ini melalui kebijakan yang tepat sasaran serta dukungan riset teknologi yang terus berkelanjutan bagi bangsa.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Targetkan Pembentukan Holding Maskapai BUMN Selesai Kuartal I 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
AHY Ungkap Pesan SBY ke Kader Demokrat: Loyalitas Negara Lebih Utama
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Update Tarif Penyeberangan Penumpang Kapal Feri Rute Tanjung Api-Api Menuju Bangka Belitung
- Kamis, 19 Februari 2026
Bank Indonesia Sulawesi Barat Konsisten Pacu Kinerja UMKM Demi Akselerasi Ekonomi
- Kamis, 19 Februari 2026
Rumah Sakit Wajib Layani Pasien PBI Darurat Dengan Pengawasan Ketat BPJS
- Kamis, 19 Februari 2026
Prosedur Pengecekan Status Keaktifan Peserta BPJS Kesehatan Kini Semakin Praktis Dan Mudah
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
Jadwal KM Lambelu Februari 2026: Pelni Menuju Makassar
- 19 Februari 2026
2.
Antam dan PTBA Tetap di MIND ID Meski Sandang Status Persero
- 19 Februari 2026
3.
4.
5.
PTPP Menegaskan Komitmen K3 dan ESG dalam Strategi Bisnis
- 19 Februari 2026













