Sabtu, 07 Maret 2026

Gibran Ajak Generasi Muda Indonesia Menggunakan Teknologi AI Secara Bijak

Gibran Ajak Generasi Muda Indonesia Menggunakan Teknologi AI Secara Bijak
Gibran Ajak Generasi Muda Indonesia Menggunakan Teknologi AI Secara Bijak

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat. 

Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan adalah artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi modern harus tetap memperhatikan nilai etika. Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kendali dalam penggunaannya. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan teknologi menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga

BMKG Ungkap Prakiraan Cuaca Terbaru, Hujan Diprediksi Merata di Jabodetabek Hari Ini

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengingatkan pentingnya pemanfaatan artificial intelligence alias akal imitasi (AI) secara bijak dan bertanggung jawab di tengah disrupsi teknologi yang semakin masif saat ini. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan nasional organisasi kepemudaan. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara positif.

"Gunakan AI dengan tanggung jawab dan sesuai etika,” ujar Gibran saat menghadiri Rapat Kerja Nasional XIII Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia di Pura Aditya Rawamangun Jakarta Timur. 

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para peserta yang hadir. Pesan itu menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan nilai moral.

Pentingnya Berpikir Kritis di Era Teknologi

Selain mengingatkan soal etika, Gibran juga menyoroti potensi ketergantungan masyarakat terhadap teknologi. Menurutnya, perkembangan AI yang semakin canggih tidak boleh membuat manusia berhenti berpikir secara mandiri. Ia menilai kemampuan berpikir kritis tetap menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Gibran juga menegaskan agar masyarakat tidak terlalu bergantung dengan teknologi AI. Teknologi memang dapat membantu banyak pekerjaan, namun manusia tetap harus memiliki kemampuan analisis yang kuat. Dengan begitu teknologi hanya menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia.

"Selalu saya tegaskan juga, jangan terlalu ketergantungan dengan AI. Critical thinking penting. Kemampuan problem solving, penting. Dan juga, yang paling kita tekankan adalah cara berpikir secara komputasi," ucapnya. Ia menilai kemampuan tersebut sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut sejak dini.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir manusia. Tanpa kemampuan tersebut, teknologi justru dapat menimbulkan ketergantungan yang berlebihan. Oleh karena itu pendidikan dan pengembangan keterampilan menjadi hal yang sangat penting.

Momentum Bonus Demografi Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden juga menyinggung mengenai peluang besar yang dimiliki Indonesia saat ini. Salah satu peluang tersebut adalah bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada beberapa dekade mendatang. Kondisi ini dapat menjadi kekuatan besar jika dimanfaatkan secara optimal.

Lebih lanjut, Wapres mengajak generasi muda termasuk keluarga besar organisasi kepemudaan tersebut untuk memanfaatkan momentum bonus demografi. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Oleh karena itu mereka didorong untuk meningkatkan kapasitas diri.

Hal ini juga sejalan dengan misi Asta Cita keempat Presiden Prabowo tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, dan teknologi. Pemerintah menilai pengembangan SDM menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan global. Dengan SDM yang kuat, Indonesia dapat memaksimalkan berbagai peluang pembangunan.

Menurut Gibran, Indonesia saat ini tengah menuju puncak bonus demografi pada 2040 hingga 2045. Pada periode tersebut mayoritas penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Kondisi ini memberikan potensi besar bagi peningkatan produktivitas nasional.

Menurut Gibran, kondisi tersebut merupakan peluang strategis bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional. Dengan jumlah tenaga kerja produktif yang besar, berbagai sektor pembangunan dapat berkembang lebih cepat. Namun peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional

Wakil Presiden juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional. Ia menilai pemuda memiliki energi, kreativitas, dan potensi besar untuk membawa perubahan positif. Oleh karena itu keterlibatan mereka sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang pembangunan.

Ia pun mengajak para pemuda untuk memperkuat karakter, meningkatkan kompetensi, serta memperluas keterlibatan dalam pembangunan. Menurutnya pengembangan karakter menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Selain itu peningkatan keterampilan juga diperlukan agar mampu bersaing di tingkat global.

“Jadi ini adalah kesempatan kita, kekuatan kita, di saat banyak negara lain yang mengalami krisis populasi,” tuturnya. Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar dibandingkan banyak negara yang menghadapi penurunan jumlah penduduk produktif. Oleh karena itu momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus berkembang dan berkontribusi. Dengan kualitas SDM yang baik, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi secara optimal. Hal ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Pelantikan Pengurus dan Kehadiran Sejumlah Tokoh

Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden juga menyaksikan prosesi pelantikan pengurus organisasi kepemudaan tersebut. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kepengurusan baru untuk periode 2025 hingga 2028. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat perannya di masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri berbagai tokoh nasional. Kehadiran para pejabat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan organisasi kepemudaan tersebut. Momentum ini juga menjadi ajang mempererat kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Gibran juga menyaksikan prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia periode 2025 hingga 2028. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional organisasi tersebut. Para pengurus diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh dari berbagai instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran generasi muda dalam pembangunan nasional. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang diskusi mengenai berbagai isu strategis bagi masa depan bangsa.

Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama tokoh organisasi keagamaan. Pertemuan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan Indonesia di masa depan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Perjalanan KRL Solo–Jogja Sabtu 7 Maret 2026 Lengkap untuk Para Penumpang

Jadwal Perjalanan KRL Solo–Jogja Sabtu 7 Maret 2026 Lengkap untuk Para Penumpang

Strategi Jasa Marga Diperkuat Demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran Nasional

Strategi Jasa Marga Diperkuat Demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran Nasional

Bus Sinar Jaya Buka Akses Transportasi Mudah Menuju Pantai Parangtritis dan Baron

Bus Sinar Jaya Buka Akses Transportasi Mudah Menuju Pantai Parangtritis dan Baron

7 Resep Olahan Nasi Bergizi yang Cocok untuk Menu Diet Keluarga

7 Resep Olahan Nasi Bergizi yang Cocok untuk Menu Diet Keluarga

Bahaya Merokok Saat Berbuka Puasa yang Dapat Mengganggu Kesehatan Tubuh

Bahaya Merokok Saat Berbuka Puasa yang Dapat Mengganggu Kesehatan Tubuh