JAKARTA - Harga emas batangan bersertifikat keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mengalami kenaikan pada Sabtu, 28 Maret2026. Lonjakan harga ini menarik perhatian para investor maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan logam mulia sebagai aset aman di tengah fluktuasi ekonomi.
Kenaikan harga emas Antam menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen investasi favorit di Indonesia, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan harga yang terus bergerak dinamis, pemantauan harian menjadi kunci bagi calon pembeli maupun penjual agar dapat mengambil keputusan tepat.
Seiring dengan perkembangan ini, harga emas Antam pecahan satu gram tercatat naik menjadi Rp 2.837.000 dibandingkan Rp 2.810.000 pada Jumat. Sementara harga buyback emas Antam juga mengalami peningkatan menjadi Rp 2.461.000 dari sebelumnya Rp 2.414.000 per gram.
Baca JugaTransaksi Digital Perbankan Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Bank
Selain itu, perubahan harga emas dapat menjadi indikator kepercayaan investor terhadap kondisi pasar logam mulia, serta dapat memengaruhi keputusan investasi dalam bentuk pecahan kecil maupun besar.
Harga emas yang terjangkau untuk berbagai kebutuhan investasi
Harga emas batangan Antam dalam berbagai pecahan per Sabtu (28/3/2026), belum termasuk pajak, adalah sebagai berikut:
0,5 gram: Rp 1.468.000
1 gram: Rp 2.837.000
5 gram: Rp 13.960.000
10 gram: Rp 27.865.000
25 gram: Rp 69.537.000
50 gram: Rp 138.995.000
100 gram: Rp 277.912.000
250 gram: Rp 694.515.000
500 gram: Rp 1.388.820.000
1.000 gram: Rp 2.777.600.000
Penyajian harga dalam pecahan berbeda memudahkan masyarakat maupun investor untuk memilih logam mulia sesuai kemampuan finansial dan tujuan investasi. Pecahan kecil cocok bagi pemula atau yang ingin memulai investasi sedikit demi sedikit, sedangkan pecahan besar ideal untuk strategi jangka panjang.
Kenaikan harga emas dipengaruhi berbagai faktor pasar
Pergerakan harga emas Antam tidak lepas dari dinamika global dan domestik. Faktor-faktor seperti kurs dolar AS, inflasi, serta kondisi geopolitik dunia sering kali memengaruhi permintaan dan harga emas di pasar lokal. Selain itu, logam mulia selalu menjadi instrumen “safe haven” saat pasar saham atau ekonomi bergejolak, sehingga banyak investor memilih emas untuk mengamankan nilai asetnya.
Kenaikan harga buyback emas juga menandakan adanya permintaan yang kuat dari masyarakat dan investor. Hal ini sekaligus memberikan peluang bagi mereka yang ingin menjual emas untuk meraih keuntungan.
Selain itu, tren kenaikan harga emas secara bertahap ini dapat menjadi sinyal positif bagi penggemar investasi logam mulia, terutama di saat kondisi ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian.
Emas sebagai lindung nilai dan diversifikasi portofolio
Investasi emas menawarkan manfaat lebih dari sekadar kenaikan harga. Logam mulia ini berfungsi sebagai lindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang. Dalam jangka panjang, emas cenderung mempertahankan nilainya sehingga menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin melindungi modalnya.
Dengan adanya pecahan harga emas Antam yang bervariasi, setiap investor bisa melakukan diversifikasi portofolio. Misalnya, membeli pecahan kecil untuk likuiditas cepat, dan pecahan besar untuk simpanan jangka panjang. Strategi ini membantu menjaga keseimbangan risiko dan potensi keuntungan.
Selain itu, investasi emas juga mudah dicairkan melalui jaringan Logam Mulia, sehingga investor tetap memiliki fleksibilitas finansial meski memegang logam mulia. Hal ini membuat emas menjadi pilihan investasi yang praktis dan aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.









