Sabtu, 28 Maret 2026

Saham Net Buy Asing Paling Dicari Sepanjang Pekan Ini, Cek Daftarnya!

Saham Net Buy Asing Paling Dicari Sepanjang Pekan Ini, Cek Daftarnya!
Saham Net Buy Asing Paling Dicari Sepanjang Pekan Ini, Cek Daftarnya!

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tekanan meski sempat menguat di awal perdagangan setelah libur panjang lebaran.

 Pelemahan ini memicu sorotan pada perilaku investor asing, yang meskipun melakukan aksi jual bersih, ternyata juga memburu saham-saham tertentu selama sepekan terakhir. 

Fenomena ini mencerminkan pola selektif mereka dalam memilih saham unggulan saat pasar sedang terkoreksi.

Baca Juga

Transaksi Digital Perbankan Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Bank

Koreksi IHSG tidak hanya menjadi indikator volatilitas, tetapi juga memberikan peluang bagi investor asing untuk melakukan net buy pada saham-saham yang dianggap potensial. 

Aktivitas ini berlangsung seiring total volume perdagangan yang cukup tinggi, menunjukkan likuiditas pasar tetap solid meski indeks menurun.

Pergerakan IHSG dan Tren Pasar Saham

Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG turun 0,93% atau terkoreksi 67,03 poin ke level 7.097,05. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 7.070 hingga 7.154, menandakan adanya fluktuasi yang wajar dalam perdagangan sehari. 

Sepanjang sepekan terakhir, indeks tercatat melemah 0,56%, mencerminkan tekanan yang berlanjut di pasar domestik.

Volume perdagangan pada hari itu mencapai 19,80 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,77 triliun. Dari 820 saham yang diperdagangkan, 379 saham melemah, 274 saham menguat, dan 167 saham stagnan. 

Data ini menunjukkan dominasi tekanan jual, meskipun beberapa saham berhasil mempertahankan performanya.

Aksi Investor Asing dan Pengaruhnya pada Pasar

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,76 triliun pada hari Jumat. Jika dihitung secara akumulatif sepanjang sepekan, net sell asing mencapai Rp 20,38 triliun. 

Tekanan jual ini menjadi salah satu faktor utama pelemahan IHSG, terutama karena saham-saham unggulan mengalami koreksi yang lebih tajam dibandingkan saham dengan kapitalisasi lebih kecil.

Meskipun demikian, aksi beli selektif juga terjadi. Investor asing membidik saham-saham dengan fundamental kuat, termasuk yang terkait komoditas dan sektor energi, yang dianggap mampu memberikan imbal hasil stabil meskipun pasar sedang terkoreksi. Perilaku ini menunjukkan strategi diversifikasi dan pemanfaatan koreksi pasar untuk menambah posisi di saham tertentu.

Saham yang Banyak Diburu Asing
Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar selama sepekan terakhir, yang menarik perhatian investor meskipun IHSG terkoreksi:

1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 1,29 triliun
2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 892,36 miliar
3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 279,52 miliar
4. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 277,03 miliar
5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 182,33 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 171,94 miliar
7. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 151,6 miliar
8. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 138,57 miliar
9. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 103,09 miliar
10. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Rp 65,76 miliar

Data ini memperlihatkan minat investor asing pada saham yang sebagian besar bergerak di sektor energi, pertambangan, telekomunikasi, dan otomotif. Fokus pada saham-saham ini menunjukkan strategi untuk memanfaatkan stabilitas fundamental dan potensi pertumbuhan jangka menengah, meski pasar menghadapi tekanan jangka pendek.

Peluang dan Tantangan di Tengah Koreksi IHSG

Koreksi IHSG juga membuka peluang bagi investor domestik untuk mengikuti jejak asing dalam memburu saham unggulan. Saham-saham yang mengalami koreksi sementara namun memiliki fundamental kuat dapat menjadi target investasi strategis.

Namun, tantangan utama tetap berasal dari ketidakpastian global dan fluktuasi harga komoditas, yang memengaruhi kinerja saham energi dan pertambangan. Investor perlu menimbang risiko volatilitas jangka pendek dengan potensi keuntungan jangka menengah hingga panjang.

Selain itu, dinamika likuiditas pasar juga menjadi faktor penting. Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan pasar masih menarik bagi investor institusi, tetapi dominasi tekanan jual asing memerlukan strategi mitigasi risiko bagi investor retail.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pendapatan GOLF Tumbuh 2025 Berkat New Kuta Golf Bali

Pendapatan GOLF Tumbuh 2025 Berkat New Kuta Golf Bali

Harga Emas Batangan Antam Naik Signifikan Hari Ini Per Gram

Harga Emas Batangan Antam Naik Signifikan Hari Ini Per Gram

Kemenhub Siapkan Strategi Lancar Arus Balik Ketapang-Gilimanuk

Kemenhub Siapkan Strategi Lancar Arus Balik Ketapang-Gilimanuk

PLN Sediakan Listrik Demi Pemerataan Desa Tertinggal Nias Utara

PLN Sediakan Listrik Demi Pemerataan Desa Tertinggal Nias Utara

PLN dan BPH Migas Pastikan Layanan Jargas di Tarakan Tetap Andal

PLN dan BPH Migas Pastikan Layanan Jargas di Tarakan Tetap Andal