CMES Perdana Jadi Momentum Kebangkitan Industri Mesin di Indonesia
- Jumat, 03 April 2026
JAKARTA - Indonesia semakin menunjukkan daya tariknya sebagai pusat pertumbuhan industri di kawasan Asia Tenggara.
Perkembangan sektor manufaktur yang pesat menjadikan negara ini dilirik sebagai pasar strategis bagi pelaku industri global. Momentum ini diperkuat dengan hadirnya pameran internasional yang berfokus pada teknologi mesin dan manufaktur.
Setelah sukses besar saat debut di Vietnam pada 2025, CMES berekspansi ke Indonesia dengan menggelar CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition edisi perdana yang berlangsung pada 2–4 Juli 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta.
Baca JugaPelatihan Petani di Kaltim Dorong Peningkatan Nilai Tambah Sektor Perkebunan
Pameran ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri mesin di dalam negeri. Kegiatan tersebut digelar di Hall 5 dan 6 dengan menghadirkan berbagai pelaku industri global.
Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus berkembang pesat melalui program “Making Indonesia 4.0”. Transformasi ini mendorong sektor manufaktur untuk beradaptasi dengan teknologi modern. Perubahan tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri mesin nasional.
Transformasi Industri Manufaktur Nasional
Transformasi industri di Indonesia kini bergerak menuju penggunaan teknologi yang lebih maju. Sektor pengolahan logam mulai beralih dari teknik casting konvensional ke produksi komponen presisi tinggi. Perubahan ini mencerminkan kebutuhan industri terhadap kualitas dan efisiensi yang lebih baik.
Peralihan ini didorong permintaan dari sektor otomotif, elektronika, infrastruktur, dan energi baru. Namun, perkembangan industri mesin perkakas dalam negeri masih berada dalam tahap awal. Sekitar 75 persen peralatan premium masih berasal dari impor sehingga membuka peluang strategis bagi pemasok internasional.
“Peralihan ini didorong permintaan dari sektor otomotif, elektronika, infrastruktur, dan energi baru. Namun, perkembangan industri mesin perkakas dalam negeri masih berada dalam tahap awal. Sekitar 75 persen peralatan premium masih berasal dari impor sehingga membuka peluang strategis bagi pemasok internasional,” menurut perwakilan penyelenggara CMES Indonesia, Sun Xiao Li.
Kinerja Industri ILMATE yang Positif
Menurut data Kementerian Perindustrian, kinerja sektor industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika menunjukkan tren yang menggembirakan. Sektor ini tetap menjadi salah satu motor penggerak utama industri pengolahan nasional. Pertumbuhan yang dicapai menunjukkan potensi besar dalam pengembangan industri berbasis teknologi.
Pada kuartal III 2025, sektor ILMATE mencatat pertumbuhan sebesar 6,96 persen secara tahunan. Angka ini mencerminkan peningkatan aktivitas produksi di berbagai subsektor. Kondisi tersebut memberikan dorongan positif bagi investasi dan ekspansi industri.
Salah satu subsektor yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah industri mesin dan perlengkapan. Pertumbuhan mencapai 11,74 persen secara tahunan. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan barang modal di berbagai sektor manufaktur.
Peran Strategis Pameran CMES Indonesia
Dalam konteks tersebut, pameran yang mencakup area seluas lebih dari 15.000 meter persegi ini menghadirkan berbagai merek mesin global terkemuka. Pameran ini menampilkan mesin perkakas pemotongan logam, mesin pembentuk logam, serta berbagai aksesori pendukung. Selain itu, solusi otomatisasi industri dan robotika juga menjadi bagian penting dari pameran ini.
Pameran ini melayani berbagai industri hilir seperti manufaktur suku cadang otomotif dan sepeda motor. Selain itu, sektor elektronik 3C, peralatan rumah tangga, dan mesin umum juga menjadi target utama.
Dengan demikian, pameran ini menjawab kebutuhan peralatan industri dan solusi manufaktur cerdas yang terus meningkat di Asia Tenggara.
Kehadiran CMES Indonesia menjadi jembatan antara pelaku industri lokal dan global. Interaksi bisnis yang tercipta diharapkan mampu mendorong transfer teknologi. Hal ini sekaligus mempercepat pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.
Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Industri
Sebagai penyelenggara pameran swasta terbesar di China berdasarkan luas area, CMES memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun. Total area penyelenggaraan mencapai lebih dari 600.000 meter persegi dengan kunjungan lebih dari 600.000 pembeli setiap tahun. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam menyukseskan penyelenggaraan di Indonesia.
Sebagai gambaran, edisi Vietnam 2025 mencatat lebih dari 600 juta eksposur daring. Selain itu, terdapat 11.602 pengunjung dan lebih dari 30.000 interaksi bisnis. Data ini menunjukkan besarnya potensi pasar yang dapat dijangkau melalui pameran ini.
Dengan investasi pemasaran yang melebihi 7 juta dolar AS setiap tahun, CMES Indonesia akan memanfaatkan strategi integrasi media online to offline. Pendekatan ini bertujuan memperluas jangkauan pasar secara efektif. Selain itu, analisis data juga digunakan untuk mendukung penjajakan kerja sama bisnis yang lebih tepat.
CMES Indonesia juga menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah Indonesia dan asosiasi industri. Kolaborasi ini diwujudkan melalui forum industri tingkat tinggi. Selain itu, International Buyer Matchmaking Meeting diselenggarakan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih luas.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Stabilitas Tarif Listrik 2026 Jadi Penopang Utama Pemulihan Ekonomi Nasional
- Jumat, 03 April 2026
Demak Hadirkan Alternatif Hunian Terjangkau dengan Lokasi Menarik dan Strategis
- Jumat, 03 April 2026
Berita Lainnya
Demak Hadirkan Alternatif Hunian Terjangkau dengan Lokasi Menarik dan Strategis
- Jumat, 03 April 2026
Daftar Harga Emas Perhiasan Mengalami Penguatan Tipis pada Awal April 2026
- Jumat, 03 April 2026








.jpg)