Sabtu, 04 April 2026

Begini Cara Menyimpan Telur Rebus Agar Tidak Cepat Busuk

Begini Cara Menyimpan Telur Rebus Agar Tidak Cepat Busuk
Begini Cara Menyimpan Telur Rebus Agar Tidak Cepat Busuk

JAKARTA- Telur rebus sering menjadi pilihan makanan praktis karena kandungan proteinnya tinggi serta mudah diolah.

Selain bisa dijadikan lauk, telur rebus juga kerap menjadi menu sarapan, camilan sehat, hingga bekal perjalanan. Namun di balik kepraktisannya, telur rebus ternyata memiliki masa simpan yang terbatas sehingga perlu disimpan dengan cara yang tepat agar tidak cepat rusak.

Banyak orang mengira telur rebus bisa bertahan lama seperti telur mentah karena memiliki cangkang pelindung. Padahal, penyimpanan yang tidak tepat justru dapat memicu pertumbuhan bakteri yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan telur rebus dengan benar menjadi hal penting agar makanan ini tetap aman dikonsumsi.

Baca Juga

Info Wisata Pantai Pink Lombok Spot Foto Mirip Cover Album SZA Viral

Para ahli keamanan pangan menekankan bahwa telur rebus termasuk makanan yang mudah rusak. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang atau disimpan secara tidak tepat, telur bisa mengalami kontaminasi bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Mengapa Telur Rebus Mudah Rusak

Telur rebus merupakan makanan kaya protein yang mudah dikonsumsi dan mudah didapat, namun penyimpanan yang kurang baik sering kali bisa menyebabkan kontaminasi bakteri yang justru bisa menjadi masalah kesehatan keluarga.

Dikutip dari laman Everyday Health, Jumat, telur rebus mudah rusak karena dapat mengandung kuman dan membusuk jika tidak disimpan dengan benar di lemari pendingin.

“Jangan biarkan makanan yang mudah busuk di luar ruangan lebih dari dua jam jika Anda berencana untuk memakannya. Ini berlaku bahkan jika cuacanya lebih dingin, karena bakteri dapat berkembang biak dengan cepat ketika suhu berada antara 40 dan 140 derajat Fahrenheit yang disebut sebagai ‘zona bahaya’,” kata profesor ilmu pangan dan direktur Pusat Keamanan Pangan di University of Georgia, Francisco Diez-Gonzalez, PhD.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa telur rebus perlu segera disimpan dengan benar setelah dimasak. Suhu ruang yang terlalu lama dapat memicu pertumbuhan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Peran Cangkang Telur Dalam Penyimpanan

Meskipun telur memiliki cangkang pelindung, namun para ahli mengatakan cangkang tersebut tidak juga melindungi telur dari kelembaban dan tidak kedap air.

Dengan kata lain, cangkang telur tidak sepenuhnya mampu mencegah masuknya mikroorganisme dari luar. Kondisi lingkungan seperti udara lembap atau paparan bakteri tetap dapat memengaruhi kualitas telur yang sudah direbus.

Meskipun disimpan di lemari es, telur rebus sebaiknya dikonsumsi cukup cepat yakni dalam waktu satu minggu setelah dimasak.

Seorang spesialis keamanan pangan senior di Departemen Ilmu Pangan Pennsylvania State University di University Park, Pennsylvania, Martin Bucknavage menjelaskan tanda telur busuk yang dibiarkan terlalu lama di luar ruangan akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

“Bakteri seperti salmonella dapat membuat Anda sakit meskipun telur tersebut tidak terlihat, terasa, atau berbau busuk, dan kuman ini seringkali terdapat pada telur mentah atau setengah matang,” kata Bucknavage.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa bau bukan satu-satunya indikator keamanan makanan. Telur yang terlihat normal sekalipun bisa saja telah terkontaminasi bakteri berbahaya.

Risiko Kontaminasi Bakteri Pada Telur

Menurut Diez, jika cangkang telur retak, hal ini mempermudah kontaminasi tambahan oleh sumber bakteri eksternal. Bakteri ini dapat bertahan bahkan pada cangkang telur yang bersih dan utuh.

Hal ini menjadi alasan mengapa telur yang retak sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Retakan kecil sekalipun dapat membuka celah bagi bakteri untuk masuk ke dalam telur.

Kontaminasi bakteri juga dapat terjadi jika telur diletakkan di tempat terbuka terlalu lama setelah direbus. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan agar telur segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin setelah dingin.

Langkah sederhana ini dapat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas telur agar tetap layak dikonsumsi.

Tips Aman Menggunakan Telur Rebus Untuk Dekorasi

Saran dari ahli ini juga ditujukan untuk masyarakat yang ingin merayakan Paskah dan menggunakan telur rebus sebagai dekorasi perayaan Paskah. Mereka merekomendasikan menggunakan telur plastik untuk dekorasi dan menyiapkan telur rebus asli untuk dimakan keluarga agar tidak terkena kontaminasi bakteri.

Selain itu, warna-warni pada telur Paskah juga bisa menggunakan pewarna alami yang lebih aman dengan campuran buah bit untuk warna merah muda, kulit bawang merah direbus untuk warna merah, jus wortel parut untuk warna oranye, cairan dari perasan sayur bayam atau kol untuk hijau atau jus anggur untuk warna lavender.

Risiko kontaminasi juga akan lebih rendah jika mengadakan perburuan telur Paskah di dalam ruangan.

Dengan memahami cara penyimpanan yang benar serta memperhatikan kebersihan makanan, telur rebus tetap bisa menjadi pilihan menu sehat bagi keluarga. Selain praktis dan bergizi, telur juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan lezat asalkan disimpan dengan cara yang tepat.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

10 Rekomendasi Es Kopi Susu Enak Di Solo Tempat Nongkrong Hits

10 Rekomendasi Es Kopi Susu Enak Di Solo Tempat Nongkrong Hits

16 Pilihan Tempat Makan Malam Terpopuler di Klaten Wajib Dicoba

16 Pilihan Tempat Makan Malam Terpopuler di Klaten Wajib Dicoba

6 Pilihan Warna Hijab Aman Untuk Kulit Sawo Matang Bercahaya

6 Pilihan Warna Hijab Aman Untuk Kulit Sawo Matang Bercahaya

Olivia Rodrigo Umumkan Album Ketiga You Seem Pretty Sad

Olivia Rodrigo Umumkan Album Ketiga You Seem Pretty Sad

Cara Membuat Campuran Tepung Mendoan Banyumas Gurih Lembut Otentik

Cara Membuat Campuran Tepung Mendoan Banyumas Gurih Lembut Otentik