Sabtu, 04 April 2026

Pertamina Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pertamina Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA - Di tengah dinamika pasar energi global yang terus berubah, upaya memperkuat ketahanan energi nasional menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan pelaku industri energi di Indonesia.

Fluktuasi pasokan serta harga energi dunia yang dipicu kondisi geopolitik membuat berbagai pihak mulai mempercepat pengembangan sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Perusahaan energi nasional PT Pertamina (Persero) kini terus mendorong pengembangan energi bersih untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Baca Juga

Taspen Dan Bank Mantap Perluas Program Bedah Rumah Masyarakat

Pengembangan energi baru terbarukan dinilai menjadi solusi penting untuk menghadapi tantangan masa depan, baik dari sisi ketahanan energi maupun perlindungan lingkungan. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan agenda transisi energi yang sedang dijalankan Indonesia.

Pengembangan Energi Bersih Jadi Langkah Strategis

PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya ini menjadi semakin penting di tengah kondisi geopolitik global yang memicu ketidakpastian pasokan serta harga energi di pasar internasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan energi baru terbarukan merupakan langkah strategis bagi perusahaan.

Selain untuk menjaga ketahanan energi nasional, upaya ini juga mendukung target pemerintah dalam Rencana Umum Energi Nasional menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

"Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fossil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan," ujar Baron.

Melalui strategi tersebut, Pertamina berupaya memperluas sumber energi rendah karbon yang dapat mendukung kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang.

Produksi Energi Bersih Terus Meningkat

Hingga akhir 2025, Pertamina tercatat telah menghasilkan energi bersih sebesar 8.743 gigawatt hour yang berasal dari berbagai sumber energi rendah karbon. Salah satu kontributor utama dalam produksi energi bersih tersebut adalah energi panas bumi atau geothermal yang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik.

Total kapasitas terpasang dari berbagai sumber energi yang dikembangkan Pertamina mencapai 3.271 megawatt. Kontribusi kapasitas tersebut berasal dari sejumlah sumber energi yang berbeda. Pembangkit Listrik Tenaga Biogas memiliki kapasitas sebesar 2,4 megawatt.

Selain itu, terdapat pula gas to power dari proyek Jawa Satu Power dengan kapasitas mencapai 1.760 megawatt. Gas to power yang dikelola oleh Pertamina Power Indonesia juga turut berkontribusi sebesar 12,9 megawatt.

Sementara itu, energi surya yang dikembangkan oleh Pertamina Power Indonesia memberikan kontribusi kapasitas sebesar 55,3 megawatt.

Di sisi lain, energi panas bumi menyumbang kapasitas sebesar 772,5 megawatt yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Pengembangan portofolio energi bersih juga diperkuat oleh subholding Pertamina New & Renewable Energy.

Perusahaan tersebut memiliki kepemilikan saham pada perusahaan energi terbarukan asal Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation. Melalui investasi tersebut, pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 669,3 megawatt turut menjadi bagian dari portofolio energi bersih Pertamina.

Program Desa Energi Dorong Kemandirian Masyarakat

Pengembangan energi bersih yang dilakukan Pertamina tidak hanya difokuskan pada sektor industri atau komersial. Perusahaan juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program Desa Energi Berdikari yang telah dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, Pertamina telah membangun sebanyak 252 desa energi berdikari di berbagai daerah. Program ini memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan seperti panel surya, mikrohidro, biogas, dan berbagai teknologi energi bersih lainnya.

"Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi," ungkap Baron.

Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh akses energi yang lebih mandiri tetapi juga mendapatkan peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Pemanfaatan energi bersih dinilai mampu membuka potensi ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi di daerah.

Energi Terbarukan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Program desa energi yang dikembangkan Pertamina juga memberikan dampak positif terhadap sektor lain, termasuk ketahanan pangan.

Dari total desa energi yang telah dibangun, sebanyak 156 lokasi tercatat mampu memproduksi bahan pangan dalam jumlah signifikan. Produksi tersebut mencapai sekitar 15,8 ribu ton bahan pangan beras serta sekitar 890,4 ton bahan pangan nonberas.

Capaian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain memperkuat ketahanan energi, program tersebut juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk terus memperluas berbagai inisiatif berbasis energi bersih yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.

Upaya ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim dan gejolak ekonomi dunia.

Melalui pengembangan energi baru terbarukan, Pertamina juga berupaya mendorong percepatan transisi energi di Indonesia sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Dengan langkah tersebut, Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyedia energi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun masa depan energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Target 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Dibedah 2026

Target 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Dibedah 2026

Seskab Teddy Silaturahmi Lebaran Dengan Wapres Gibran Di Istana

Seskab Teddy Silaturahmi Lebaran Dengan Wapres Gibran Di Istana

Program SMK Go Global Berangkatkan 200 PMI Indonesia Ke Jepang

Program SMK Go Global Berangkatkan 200 PMI Indonesia Ke Jepang

Indonesia Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Tinggi Dengan Slovakia

Indonesia Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Tinggi Dengan Slovakia

ITB Serahkan Program Air Bersih Untuk Pemulihan Bencana Agam

ITB Serahkan Program Air Bersih Untuk Pemulihan Bencana Agam