Breaking

Ekalya (ELPI) Agresif Tambah Kapal Lewat Dana Non-Bank Rp633 Miliar

RE
Kamis, 16 April 2026
Ekalya (ELPI) Agresif Tambah Kapal Lewat Dana Non-Bank Rp633 Miliar
Ilustrasi Ekalya (ELPI)

JAKARTA - Dinamika industri pelayaran nasional kembali diwarnai oleh manuver taktis dari salah satu pemain utamanya. 

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperluas jangkauan operasionalnya di sektor energi. Langkah Ekalya (ELPI) agresif tambah kapal ini terpotret jelas melalui skema pendanaan non-perbankan yang baru saja disepakati senilai Rp633,44 miliar. 

Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memastikan proses akuisisi aset penting tidak terhambat oleh birokrasi pembiayaan konvensional yang memerlukan waktu lebih lama.

Berdasarkan pengumuman resmi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 16 April 2026, aksi korporasi ini dilakukan melalui anak usahanya, PT ELPI Trans Cargo (ETC). Fokus utama dari pendanaan ini adalah untuk mendanai pembelian kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805. 

Meskipun Ekalya (ELPI) agresif tambah kapal menggunakan jalur pinjaman dari pihak ketiga non-lembaga keuangan, manajemen memastikan bahwa langkah ini merupakan solusi jangka pendek yang efisien dengan bunga sebesar 9% per tahun dan tenor maksimal 9 bulan atau hingga proses refinancing selesai dilakukan.

Urgensi dan Materialitas Transaksi

Keputusan perusahaan untuk bergerak cepat dalam mengambil pendanaan ini dipicu oleh kebutuhan mendesak. Mengingat kewajiban pembayaran lelang kapal jatuh tempo pada 7 April 2026, ELPI harus memiliki kesiapan dana yang instan. 

Sementara itu, proses pengajuan pembiayaan melalui perbankan masih terus berjalan namun belum dapat direalisasikan dalam jendela waktu yang sangat ketat tersebut. Oleh karena itu, skema Ekalya (ELPI) agresif tambah kapal melalui jalur non-bank menjadi opsi paling logis agar peluang akuisisi berharga ini tidak hilang begitu saja.

Secara finansial, transaksi ini memiliki dampak yang signifikan terhadap struktur ekuitas perseroan. Berikut adalah rincian materialitas transaksi tersebut:

Nilai transaksi mencapai Rp633,44 miliar.

Transaksi melampaui 20% dari total ekuitas ELPI per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp2,70 triliun.

Berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aksi ini masuk dalam kategori transaksi material.

Perseroan menegaskan tidak ada benturan kepentingan maupun afiliasi dalam transaksi ini.

Spesifikasi dan Fungsi Kapal Bourbon Evolution 805

Kapal yang menjadi alasan utama Ekalya (ELPI) agresif tambah kapal ini bukanlah armada sembarangan. Bourbon Evolution 805 merupakan unit DP3 MPSV yang dibangun pada tahun 2014. Dengan spesifikasi teknis panjang mencapai 100,2 meter dan tonase kotor sebesar 6.146, kapal ini dirancang untuk menangani tugas-tugas berat di sektor angkutan laut dan jasa penunjangnya.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa kapal ini akan menjadi aset yang sangat fleksibel. Beberapa fungsi krusial yang dapat dijalankan oleh kapal ini meliputi:

Jasa pendukung penyelaman (diving support).

Kapal pasokan (supply vessel).

Kapal pemadam kebakaran (fire fighting ship).

Kapal pemulihan tumpahan minyak (oil recovery ship).

Kapasitas multi-guna ini memungkinkan ELPI untuk mendukung berbagai kegiatan konstruksi serta operasional di sektor offshore dengan lebih efisien. Menariknya, ini akan menjadi kapal pertama berbendera Indonesia dengan spesifikasi DP3 MPSV yang mampu menunjang kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi lepas pantai secara komprehensif.

Proyeksi Pertumbuhan dan Dampak Keuangan

Strategi Ekalya (ELPI) agresif tambah kapal ini diproyeksikan akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi pendapatan perseroan. Dengan memiliki armada dengan nilai tambah tinggi, ELPI berpeluang besar memenangkan kontrak-kontrak prestisius di proyek offshore

Langkah ini juga secara langsung memperkuat kelangsungan usaha ETC, terutama dalam mengembangkan spesialisasi pada jasa layanan lepas pantai yang memang menjadi fokus utama pertumbuhan ELPI di tahun 2026.

Meskipun penggunaan pembiayaan eksternal secara otomatis akan meningkatkan liabilitas atau kewajiban keuangan perusahaan, manajemen tetap optimis. Keyakinan ini didasari oleh potensi kontribusi pendapatan yang besar dari operasional kapal MPSV tersebut. 

Optimalisasi armada baru ini diharapkan mampu menyeimbangkan beban utang dalam jangka pendek dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Kepatuhan pada Tata Kelola Perusahaan

Walaupun proses akuisisi dilakukan dalam keterbatasan waktu yang cukup menekan, ELPI tetap berkomitmen pada prinsip Good Corporate Governance (GCG). PT ELPI Trans Cargo (ETC) tetap akan menunjuk penilai independen untuk melakukan evaluasi guna memastikan bahwa nilai transaksi ini wajar dan sesuai dengan standar pasar. 

Semua informasi material juga telah diungkapkan secara transparan kepada regulator dan publik sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan publik.

Secara keseluruhan, langkah Ekalya (ELPI) agresif tambah kapal melalui pendanaan Rp633,44 miliar ini merupakan bukti nyata dari fleksibilitas manajemen dalam merespons peluang bisnis.

Dengan armada yang semakin kuat dan spesialisasi yang semakin tajam di segmen offshore, ELPI bersiap untuk mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem pelayaran penunjang migas di Indonesia pada tahun 2026 ini. 

Kesiapan pendanaan dan ketepatan waktu akuisisi menjadi kunci utama bagi perseroan untuk terus membidik target kenaikan pendapatan sebesar 30% di tahun ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua