Harga Bahan Baku Tekstil Naik 50 Persen Bebani Industri Dalam Negeri
- Minggu, 26 April 2026
JAKARTA – Industri tekstil dalam negeri menghadapi tantangan berat akibat proyeksi kenaikan harga bahan baku yang diperkirakan bisa mencapai angka 50 persen tahun ini.
Kondisi pasar global yang sedang tidak stabil memberikan dampak langsung pada rantai pasok manufaktur pakaian jadi.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari bisnis.com, Selasa (20/4/2026).
Baca Juga
Lonjakan biaya produksi ini dikhawatirkan bakal menurunkan daya saing produk lokal di pasar internasional maupun domestik.
Bahlil menyampaikan bahwa pengawasan intensif terhadap fluktuasi harga komoditas menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi.
Pemerintah berencana melakukan koordinasi lintas sektoral guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dengan harga yang rasional.
Langkah mitigasi diperlukan agar beban operasional yang ditanggung pengusaha tidak berujung pada pengurangan tenaga kerja secara massal.
Para pelaku industri berharap ada kebijakan fiskal yang mampu meringankan beban biaya impor bahan baku pendukung produksi.
Strategi diversifikasi sumber bahan mentah kini mulai dipertimbangkan oleh banyak pabrik besar untuk menekan angka kerugian.
Efisiensi energi dan optimalisasi teknologi produksi menjadi kunci bertahan bagi perusahaan tekstil dalam menghadapi ancaman inflasi bahan baku tersebut.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026












