Lompatan Signifikan Pada Laporan Pendapatan dan Laba Bersih Petrosea PTRO Kuartal I 2026
- Selasa, 28 April 2026
JAKARTA – Emiten tambang PTRO sukses mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih Petrosea PTRO pada kuartal I-2026 di tengah ekspansi bisnis yang kian agresif.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2026, PTRO mencetak pendapatan sebesar US$284,13 juta atau setara Rp4,82 triliun. Angka pendapatan ini meningkat 84,24% secara tahunan (yoy) dari sebesar US$154,21 juta.
Perolehan ini didapat dari pendapatan penambangan sebesar US$140,56 juta serta sektor konstruksi dan rekayasa senilai US$106,43 juta.
Baca JugaTrue Finance Cetak Laba Rp10,7 Miliar untuk Perkokoh Keuangan
Selain itu, pendapatan jasa turut menyumbang senilai US$13,59 juta dan lain-lain senilai US$9,19 juta bagi perusahaan.
Jika dilihat dari pelanggannya, pendapatan PTRO diperoleh dari BP Berau Ltd. senilai US$70,29 juta. Kontribusi lainnya datang dari PT Freeport Indonesia sebesar US$53,6 juta dan PT Kideco Jaya Agung sebesar US$50,86 juta.
Beban usaha langsung perseroan sepanjang kuartal I/2026 juga tercatat meningkat menjadi US$247,44 juta. Jumlah tersebut naik dari beban tahun sebelumnya yang berada pada posisi sebesar US$138,12 juta.
Kendati beban usaha naik 79,15% secara tahunan, laba kotor perusahaan tetap tercatat melesat 127,94% menjadi US$36,69 juta. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, laba kotor perusahaan hanya berada di angka US$16,09 juta.
Kondisi positif ini membuat laba bersih PTRO tercatat naik menjadi US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar. Laba bersih ini meningkat 50,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$920.000.
Melihat sisi neraca, jumlah aset perusahaan juga tercatat meningkat menjadi US$1,60 miliar di akhir Maret 2026. Posisi ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan aset di akhir Desember 2026 yang sebesar US$1,58 miliar.
Sementara itu, jumlah liabilitas PTRO naik menjadi US$1,29 miliar pada tanggal 31 Maret 2026. Kewajiban tersebut tercatat lebih tinggi dari angka sebelumnya yakni US$1,27 miliar di akhir tahun 2025.
Adapun total ekuitas tercatat mengalami sedikit penurunan menjadi US$306,55 juta di akhir kuartal pertama. Sebelumnya, modal perusahaan berada di level US$307,45 juta pada penutupan buku akhir tahun 2025.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026












