Primaya Hospital Kelapa Gading Siapkan Layanan Kanker Internasional
- Rabu, 29 April 2026
JAKARTA - Primaya Hospital Kelapa Gading perkuat layanan Cancer Center dengan HIPEC dan CRS untuk solusi komprehensif pasien kanker yang menyebar ke rongga perut.
Langkah strategis ini diambil oleh PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Primaya Hospital Kelapa Gading kini menawarkan solusi medis bagi penderita kanker yang sudah mengalami penyebaran ke area perut.
Nama prosedur medis tersebut adalah Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy atau HIPEC yang digabungkan dengan Cytoreductive Surgery (CRS). Terapi ini secara khusus ditujukan bagi penderita peritoneal carcinomatosis atau kanker di rongga perut.
Baca JugaLangkah Penyelamatan Sektor Industri via Pasar Obligasi Korporasi
Metode pengobatan ini diklaim sebagai salah satu cara paling mutakhir dalam dunia kedokteran saat ini. Sebelumnya, pilihan terapi bagi pasien dengan kondisi kanker peritoneal tergolong sangat terbatas dan menantang.
Primaya Hospital Kelapa Gading memperkenalkan inovasi ini melalui sebuah forum diskusi medis yang sangat penting. Forum tersebut bertajuk “Advancing Cancer Care: Peran HIPEC dalam Meningkatkan Survival pada Kanker dengan Keterlibatan Peritoneal”.
Melalui inisiatif tersebut, rumah sakit ini berupaya membawa standar pengobatan internasional ke dalam negeri. Hal ini sangat krusial mengingat data kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker di Indonesia.
Berdasarkan catatan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), terdapat lebih dari 408.000 kasus kanker baru setiap tahunnya. Jenis kanker seperti kolorektal, lambung, serta ovarium memiliki risiko besar menyebar ke rongga peritoneum.
Persoalan utama di lapangan adalah banyaknya kasus yang baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi prognosis pada tahap tersebut biasanya menjadi sangat sulit bagi tenaga medis maupun pasien.
Penyebaran sel kanker ke area peritoneum seringkali menjadi penyebab utama menurunnya angka harapan hidup. Hal ini terjadi karena prosedur kemoterapi sistemik biasa seringkali kurang efektif menjangkau area tersebut.
Namun, data dari berbagai studi ilmiah memberikan harapan baru melalui penggunaan metode kombinasi CRS dan HIPEC. Terapi ini terbukti mampu meningkatkan median survival pasien secara signifikan dibandingkan metode pengobatan konvensional.
Bahkan peningkatan angka harapan hidup tersebut dilaporkan bisa mencapai hampir dua kali lipat pada pasien tertentu. Prosedur ini diawali dengan pengangkatan jaringan tumor secara maksimal melalui proses bedah CRS.
Setelah tumor diangkat, tim medis akan melanjutkan dengan menyemprotkan cairan kemoterapi bersuhu tinggi ke rongga perut. Suhu panas tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kinerja obat dalam membasmi sel-sel jahat yang tersisa.
Metode ini memungkinkan pemberian konsentrasi obat yang jauh lebih kuat langsung pada titik target utama. Selain meningkatkan penetrasi terapi, panas tersebut membantu menghancurkan sel kanker mikroskopis yang tidak terlihat mata.
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal. Tidak hanya mengangkat tumor yang terlihat, tetapi juga menargetkan sel kanker mikroskopis yang sering menjadi penyebab kekambuhan. Kombinasi efek panas dan konsentrasi obat yang tinggi memungkinkan terapi bekerja lebih optimal di area yang sulit dijangkau oleh kemoterapi konvensional.” jelas dr. Kartiwa Hadi, Sp.OG, Subsp. Onk, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Subspesialis Onkologi, Selasa (28/4/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Faktor keberhasilan dari tindakan medis yang kompleks ini sangat bergantung pada beberapa variabel penting. Hal tersebut ditegaskan oleh dr. Fajar Firsyada, Sp.B, Subsp.BD(K) yang merupakan ahli bedah digestif.
Ketepatan dalam memilih pasien dan akurasi tindakan pembedahan menjadi kunci utama efektivitas terapi ini. Beliau menekankan bahwa HIPEC merupakan terobosan besar bagi dunia kedokteran di Indonesia saat ini.
“HIPEC menjadi salah satu pendekatan penting dalam penanganan kanker dengan keterlibatan peritoneal. Dengan seleksi pasien yang tepat dan tindakan yang optimal, terapi ini dapat memberikan peluang survival yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebelumnya banyak pasien Indonesia memilih berobat ke luar negeri untuk terapi ini. Hal itu disebabkan oleh terbatasnya fasilitas medis dalam negeri yang mampu melakukan prosedur HIPEC.
Kehadiran unit khusus di Primaya Hospital Kelapa Gading diharapkan mampu memutus tren berobat ke mancanegara tersebut. Kini masyarakat bisa mendapatkan akses pengobatan tingkat lanjut yang lebih dekat dan efisien secara biaya.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua memberikan pandangannya. Beliau menekankan bahwa teknologi mutakhir harus didukung oleh sistem pelayanan yang solid dan terpadu.
Keberhasilan melawan kanker tidak bisa dilakukan hanya dengan satu jenis alat atau satu dokter saja. Kolaborasi antar berbagai disiplin ilmu kedokteran menjadi pondasi utama dalam menangani kasus-kasus yang rumit.
“HIPEC bukan hanya teknologi, tetapi bagian dari pendekatan terapi kanker yang komprehensif. Keberhasilan terapi ini sangat bergantung pada kolaborasi multidisiplin, mulai dari bedah, onkologi, anestesi, hingga rehabilitasi dan nutrisi klinis, untuk memastikan hasil terbaik bagi pasien,” tegasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pihak rumah sakit menyatakan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam pengembangan teknologi medis. Primaya Hospital Kelapa Gading ingin menjadi pusat rujukan utama bagi penanganan kanker di tanah air.
Mereka akan terus memadukan keunggulan tenaga klinis dengan peralatan medis terbaru sesuai standar dunia. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan yang terintegrasi bagi setiap pasien yang datang mencari kesembuhan.
Dengan adanya fasilitas HIPEC ini, kualitas penanganan penyakit kanker di Indonesia diharapkan akan meningkat pesat. Pasien tidak perlu lagi merasa khawatir akan keterbatasan opsi pengobatan di dalam negeri sendiri.
Keyakinan pasien terhadap sistem kesehatan nasional menjadi hal yang ingin dipupuk melalui inovasi layanan seperti ini. Pasien Indonesia kini memiliki pilihan terapi terbaik tanpa harus melintasi batas negara untuk mendapatkan perawatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading memastikan bahwa setiap tahapan pengobatan dilakukan dengan standar keamanan yang sangat ketat. Mulai dari diagnosa awal hingga fase pemulihan pasca operasi diperhatikan secara mendalam oleh tim medis.
Melalui penguatan layanan Cancer Center ini, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) menunjukkan dedikasi pada kesehatan bangsa. Terapi HIPEC menjadi bukti nyata bahwa kemajuan teknologi medis sudah hadir dan siap melayani masyarakat.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian sektor kesehatan di tingkat nasional. Semakin lengkap fasilitas di dalam negeri, maka semakin kuat pula ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia secara umum.
Upaya edukasi melalui forum medis juga akan terus digalakkan agar informasi mengenai HIPEC tersebar luas. Pengetahuan yang benar akan membantu pasien mendapatkan penanganan yang tepat di waktu yang juga tepat.
Primaya Hospital Kelapa Gading tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dalam setiap penerapan teknologi medis yang mereka miliki. Kesembuhan dan kenyamanan pasien adalah prioritas yang tidak bisa ditawar dalam setiap prosedur tindakan.
Inovasi ini diharapkan membawa perubahan besar pada peta jalan pengobatan kanker di wilayah Asia Tenggara. Keberadaan layanan ini di Jakarta Utara memberikan kemudahan akses bagi warga ibu kota dan sekitarnya.
Tim medis yang bertugas telah mendapatkan pelatihan khusus guna mengoperasikan teknologi HIPEC dan melakukan bedah CRS. Profesionalisme tenaga kesehatan menjadi jaminan atas kualitas layanan yang diberikan kepada setiap pasien Cancer Center.
Masa depan pengobatan kanker di Indonesia kini tampak lebih cerah dengan hadirnya teknologi yang mampu meningkatkan angka harapan hidup. Dukungan penuh dari manajemen rumah sakit memastikan keberlanjutan program layanan medis canggih ini ke depannya.
Setiap pasien yang datang akan mendapatkan asesmen menyeluruh untuk menentukan apakah mereka merupakan kandidat yang tepat bagi HIPEC. Pendekatan personal ini sangat penting agar hasil pengobatan bisa mencapai tingkat maksimal yang diharapkan.
Dengan semangat terus melayani, Primaya Hospital Kelapa Gading akan terus berinovasi demi kesehatan pasien. Peningkatan layanan pada Cancer Center ini hanyalah satu dari sekian banyak upaya mereka meningkatkan mutu kesehatan.
Diharapkan angka kematian akibat kanker yang menyerang rongga perut dapat ditekan dengan adanya prosedur medis ini. Keberhasilan satu pasien akan menjadi motivasi bagi pasien lainnya untuk terus berjuang melawan penyakit kanker.
Teknologi HIPEC ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan Primaya Hospital Kelapa Gading di industri kesehatan. Pelayanan yang prima dan teknologi yang handal menjadi kunci dalam memenangkan kepercayaan masyarakat luas.
Komitmen terhadap kualitas berstandar internasional akan selalu dijaga demi memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Inovasi ini adalah bentuk nyata kontribusi rumah sakit dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih baik dan modern.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026












