Senin, 11 Mei 2026

Laba CPIN Melonjak 67,72 Persen pada Kuartal I 2026, Cek Prospeknya

Laba CPIN Melonjak 67,72 Persen pada Kuartal I 2026, Cek Prospeknya
ILUSTRASI, Charoen Pokphand (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Kondisi finansial PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menunjukkan kemajuan yang kuat sepanjang kuartal I-2026, yang dibuktikan dengan naiknya angka penjualan serta raihan laba bersih.

Mengacu pada data laporan keuangan, angka penjualan bersih CPIN menyentuh Rp 19,95 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,69% secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 17,7 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, beban pokok penjualan juga ikut meningkat menjadi Rp 15,49 triliun dari posisi sebelumnya Rp 14,57 triliun. Meskipun demikian, laba bruto perseroan tetap membukukan kenaikan yang signifikan menjadi Rp 4,46 triliun, dari Rp 3,13 triliun di tahun lalu.

Baca Juga

Kredit BCA Naik 5,6 Persen per Maret 2026 Capai Rp994 Triliun

Pada sisi operasional, beban penjualan naik menjadi Rp 578,93 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi berada di angka Rp 573,42 miliar. Di sisi lain, perusahaan mencatatkan penghasilan operasi lain sebesar Rp 69,12 miliar, meski terdapat beban operasi lain sebesar Rp 20,54 miliar.

Hal tersebut menyebabkan laba usaha perseroan meningkat tajam menjadi Rp 3,43 triliun dari angka Rp 2,10 triliun pada periode sebelumnya. Setelah dikurangi beban keuangan senilai Rp 104,63 miliar, ditambah laba selisih kurs Rp 10,78 miliar, serta penghasilan keuangan Rp 38,19 miliar, laba sebelum pajak penghasilan berada di posisi Rp 3,38 triliun, naik dari Rp 1,99 triliun.

Sementara itu, beban pajak penghasilan tumbuh menjadi Rp 801,63 miliar, sehingga laba periode berjalan terkumpul sebesar Rp 2,58 triliun, meningkat dari Rp 1,54 triliun pada tahun sebelumnya.

Selain itu, CPIN membukukan penghasilan komprehensif lain dari pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 2,06 miliar. Dengan perhitungan tersebut, total penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp 2,58 triliun.

Dilihat dari aspek bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih CPIN mencapai Rp 2,57 triliun, atau naik drastis 67,72% yoy dari sebelumnya Rp 1,53 triliun.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai bahwa capaian solid CPIN pada kuartal I-2026 dipicu oleh kombinasi antara kenaikan harga jual ayam serta peningkatan volume penjualan. Kondisi ini sejalan dengan pulihnya keseimbangan antara stok dan permintaan di industri perunggasan.

"Prospek hingga akhir tahun cenderung positif dengan potensi pertumbuhan berlanjut, didukung stabilnya harga ayam dan efisiensi biaya," kata Azis, Rabu (6/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, di lain sisi tetap ada risiko yang patut diwaspadai, seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang berisiko mendorong kenaikan biaya bahan pakan seperti soybean meal (SBM).

Dari sisi pergerakan saham, Azis menganggap valuasi CPIN saat ini berada di bawah minus dua standar deviasi (SD-2) secara price to earnings ratio (P/E), sehingga tergolong murah atau undervalued.

"Dengan perbaikan kinerja yang terjadi, saham CPIN dinilai memiliki peluang untuk mengalami rebound secara teknikal," tambah Azis, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa kenaikan laba dua digit CPIN ditopang oleh fundamental perusahaan yang kuat serta momentum kebijakan pemerintah.

Nafan menjelaskan bahwa CPIN secara konsisten melakukan perluasan margin sekaligus memaksimalkan efisiensi operasional untuk memicu pertumbuhan laba yang lebih tinggi. Harga bahan baku pakan yang stabil serta efisiensi biaya operasional juga menjadi faktor pendorong utama performa perusahaan.

Ia juga menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan pemerintah menjadi penggerak permintaan.

"Ada demand booster dari MBG," ucap Nafan kepada Kontan, Jumat (8/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui integrasi bisnis yang kuat dari hulu ke hilir, CPIN dinilai sebagai salah satu pihak yang paling merasakan keuntungan dari peningkatan volume permintaan tersebut. Selain itu, konsumsi masyarakat dalam negeri terhadap protein terjangkau seperti ayam terlihat masih sangat tinggi.

Walaupun prospek CPIN dinilai positif, Nafan memperkirakan pertumbuhannya akan berjalan moderat. Keberlanjutan program MBG menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Selain itu, pengendalian populasi ayam lewat kebijakan culling tetap dibutuhkan agar pasokan terjaga dan harga ayam hidup tetap menguntungkan bagi para peternak.

Nafan turut mengingatkan beberapa sentimen negatif yang perlu diwaspadai, antara lain depresiasi rupiah serta peningkatan biaya logistik dan distribusi yang dapat menambah beban operasional perusahaan.

Nafan menyarankan kepada investor untuk melakukan akumulasi beli saham CPIN dengan target harga Rp 5.150 per saham. Sementara itu, Azis memberikan rekomendasi trading buy untuk saham CPIN dengan target harga di level Rp 4.400.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi PBID Bagi Dividen 397,50 Miliar Rupiah Setara 53 per Saham

Panca Budi PBID Bagi Dividen 397,50 Miliar Rupiah Setara 53 per Saham

Rekomendasi Saham Teknologi Kuartal I 2026 GOTO Cetak Hasil Perdana

Rekomendasi Saham Teknologi Kuartal I 2026 GOTO Cetak Hasil Perdana

Laba BDMN Tumbuh 35 Persen di Tengah Rumor Merger MUFG Kuartal I 2026

Laba BDMN Tumbuh 35 Persen di Tengah Rumor Merger MUFG Kuartal I 2026

Rekomendasi Saham GOTO, BUKA, dan BELI untuk Senin 11 Mei 2026

Rekomendasi Saham GOTO, BUKA, dan BELI untuk Senin 11 Mei 2026

Laba Bersih Cimory Kuartal I-2026 Tumbuh 15,65 Persen Tembus Rp 555 Miliar

Laba Bersih Cimory Kuartal I-2026 Tumbuh 15,65 Persen Tembus Rp 555 Miliar