Selasa, 12 Mei 2026

PT Panca Budi Idaman Tebar Dividen Tunai Rp397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Tebar Dividen Tunai Rp397,50 Miliar
ILUSTRASI, Logo pt panca budi idaman tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Emiten PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID), yang merupakan perusahaan produsen sekaligus distributor pengemasan plastik, bakal mengalokasikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total mencapai Rp 397,50 miliar.

Melalui pembagian ini, para pemegang saham nantinya akan menerima dividen senilai Rp 53 per lembar saham. 

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (12/5/2026), PT Panca Budi Idaman Tbk melaksanakan pembagian dividen tahun buku 2025 ini merujuk pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah digelar pada 8 Mei 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak perseroan melakukan distribusi dividen dengan mempertimbangkan sejumlah data keuangan per tanggal 31 Desember 2025, yang meliputi: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 400,58 miliar, saldo laba ditahan yang penggunaannya tidak dibatasi sebesar Rp 1,83 triliun, serta jumlah total ekuitas senilai Rp 2,94 triliun.

Baca Juga

Investor DKFT Resmi Terima Dividen Rp3.500 Per Lot Hari Ini

Adapun rincian jadwal pembagian dividen perseroan adalah sebagai berikut:

Tanggal efektif: 8 Mei 2026

Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 20 Mei 2026

Tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 21 Mei 2026

Tanggal cum dividen di pasar tunai: 22 Mei 2026

Tanggal ex dividen di pasar tunai: 25 Mei 2026

Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak: 22 Mei 2026, pukul 16.00 WIB

Tanggal pembayaran dividen: 4 Juni 2026

Pada penutupan sesi perdagangan Senin, 11 Mei 2026, nilai saham PBID terpantau menguat 0,92% menuju posisi Rp 550 per saham. Saham PBID mengawali perdagangan dengan kenaikan lima poin di level Rp 550 per saham, dengan rentang harga tertinggi Rp 555 dan terendah Rp 535 per saham. Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 757 kali frekuensi dengan volume 29.369 saham dan nilai transaksi Rp 1,6 miliar.

Di waktu yang sama, IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,62. Indeks saham LQ45 juga mengalami penurunan 1,26% ke posisi 668,63, di mana mayoritas indeks saham acuan berada dalam tekanan. 

Pada awal pekan ini, IHSG bergerak di titik tertinggi 7.001,67 dan titik terendah 6.846,63. Sebanyak 442 saham terkoreksi sehingga memberikan beban pada IHSG, sementara 251 saham mencatat penguatan dan 125 saham lainnya tidak bergerak.

Total frekuensi perdagangan mencapai 2.828.205 kali dengan volume sebesar 41,5 miliar saham, serta nilai transaksi harian mencapai Rp 20,5 triliun. Posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di rentang 17,396.

Dilihat dari 11 sektor saham, hanya satu sektor yang mampu berada di zona hijau. Sektor transportasi mencatat koreksi paling dalam sebesar 2,88%, diikuti sektor energi yang melemah 2,02%, dan sektor basic yang turun 0,19%. Sektor industri terpangkas 1,46%, consumer nonsiklikal turun 0,13%, serta consumer siklikal melemah 0,88%. Selanjutnya, sektor kesehatan mengalami penurunan 1,05%, sektor keuangan terpangkas 1,74%, sektor properti susut 0,80%, dan sektor teknologi terperosok hingga 0,53%.

Pada pembukaan pekan ini, saham KRYA berhasil naik 7,89% ke level Rp 82 per saham setelah dibuka menguat satu poin dari posisi Rp 77 per saham. Saham KRYA bergerak di level tertinggi Rp 83 dan terendah Rp 73, dengan total frekuensi 11.408 kali dan nilai transaksi Rp 14,9 miliar.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pacific Universal Jadi Pengendali Baru MAPI Usai Akuisisi 51 Persen

Pacific Universal Jadi Pengendali Baru MAPI Usai Akuisisi 51 Persen

Tata Kelola Korporasi Kunci Pikat Modal Asing di Tengah Ketidakpastian

Tata Kelola Korporasi Kunci Pikat Modal Asing di Tengah Ketidakpastian

Daftar 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia

Daftar 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia

Saham Teknologi Lemah, GOTO dan BUKA Tetap Rekomendasi Beli

Saham Teknologi Lemah, GOTO dan BUKA Tetap Rekomendasi Beli

Mendag Sebut DMO 35 Persen Efektif Jaga Stabilitas Harga Minyakita

Mendag Sebut DMO 35 Persen Efektif Jaga Stabilitas Harga Minyakita