Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Pecah Rekor! Dow Jones Tembus 50.000 Berkat Dorongan Saham AI

Wall Street Pecah Rekor! Dow Jones Tembus 50.000 Berkat Dorongan Saham AI
ILUSTRASI, Wall Street (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor baru pada sesi perdagangan Kamis (15/5/2026) waktu setempat. Pergerakan ini didorong oleh melesatnya saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta munculnya optimisme pelaku pasar terhadap pulihnya hubungan dagang antara AS dan China.

Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sebesar 0,8% dan berhasil melewati level 7.500 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Di waktu yang sama, Nasdaq merangkak naik 0,9% menuju rekor tertinggi baru pada posisi 26.635. 

Indeks Dow Jones Industrial Average pun turut menguat 0,75%, bahkan kembali melampaui level psikologis 50.000 untuk kali pertama semenjak konflik perang Iran meletus pada Februari yang lalu.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber yang mengutip Trading Economics, secara mendalam, reli di pasar modal ini dikomandoi oleh saham-sektor teknologi, terutama di bidang AI. Saham Cisco Systems melonjak drastis 13,4% usai perusahaan tersebut merevisi naik proyeksi pendapatan serta laba tahunan mereka.

Baca Juga

Ini Harga Perak Antam Stagnan 47.279 Rupiah per Gram pada 15 Mei 2026

Sementara itu, NVIDIA turut naik sebesar 4,4%, yang memperlama tren reli bulanan mereka menjadi sekitar 15%. Kenaikan harga saham Nvidia ini terjadi sesudah pemerintah AS merilis izin bagi 10 korporasi China untuk mendapatkan chip AI H200 produksi Nvidia. 

Keputusan tersebut dipublikasikan di sela kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing yang didampingi oleh beberapa CEO perusahaan teknologi raksasa asal AS.

Pelaku pasar menangkap langkah ini sebagai tanda meredanya ketegangan teknologi antara Washington dan Beijing yang selama ini menjadi beban bagi sektor semikonduktor di tingkat global. 

Pada bagian lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memaparkan bahwa Washington dan Beijing sedang mendalami mekanisme untuk mempercepat persetujuan investasi tertentu dari China ke wilayah AS.

Tak hanya itu, kedua negara tersebut juga mulai membuka celah untuk pengurangan tarif pada sejumlah komoditas yang bersifat non-strategis. 

Pemaparan tersebut mempertebal optimisme para investor bahwa hubungan ekonomi antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini mulai bergerak ke fase yang lebih stabil. 

Mengingat sebelumnya, perselisihan dagang dan restriksi teknologi telah menjadi pusat konflik utama bagi keduanya.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ini Harga Perak Antam Stagnan 47.279 Rupiah per Gram pada 15 Mei 2026

Ini Harga Perak Antam Stagnan 47.279 Rupiah per Gram pada 15 Mei 2026

Ini Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil di Tengah Fluktuasi Rupiah

Ini Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil di Tengah Fluktuasi Rupiah

Harga Emas Spot Hari Ini Turun ke USD4.650 Akibat Dolar Menguat

Harga Emas Spot Hari Ini Turun ke USD4.650 Akibat Dolar Menguat

Ini Rekomendasi Saham RATU ELSA dan ADMR untuk Trading Hari Ini

Ini Rekomendasi Saham RATU ELSA dan ADMR untuk Trading Hari Ini

IHSG Melemah 3,53 Persen SHIP dan SGRO Masuk Deretan Top Losers

IHSG Melemah 3,53 Persen SHIP dan SGRO Masuk Deretan Top Losers