Breaking

Harga BBM Naik, ASSA Sesuaikan Tarif dan Maksimalkan Armada

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 18 Mei 2026
Harga BBM Naik, ASSA Sesuaikan Tarif dan Maksimalkan Armada
Gedung ASSA (Sumber Gambar : bisnis.com)

JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) tengah merancang langkah mitigasi untuk merespons kebijakan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi serta gejolak geopolitik dunia yang diperkirakan bakal berimbas pada sektor logistik dan transportasi di tahun 2026.

Corporate Secretary ASSA Jerry Fandy menjelaskan bahwa efek dari krisis global beserta kenaikan harga BBM terhadap operasional perseroan sejauh ini masih bisa dikendalikan. Kondisi ini ditopang oleh kualitas operasional ASSA yang semakin kuat dan tertata.

“Di ASSA sendiri, kami memperkirakan dampak krisis ini terhadap bisnis perseroan masih berada dalam batas yang dapat dikelola, seiring peningkatan kualitas operasional ASSA yang kini semakin solid dan terstruktur,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber, Minggu (17/5/2026).

Walau begitu, manajemen ASSA tidak menampik bahwa konflik geopolitik yang terus berlarut berpotensi mengerek beban operasional di sektor transportasi dan logistik. Oleh sebab itu, perseroan mulai merumuskan langkah penyesuaian strategi secara hati-hati.

Salah satu opsi yang dikaji adalah penyesuaian tarif layanan yang lebih fleksibel mengikuti pergerakan biaya operasional. Di samping itu, emiten ini juga mengoptimalkan efisiensi rute pengiriman serta tingkat keterpakaian (utilisasi) armada demi mempertahankan daya saing dan keuntungan jangka panjang.

“Apabila ketegangan berlanjut dalam jangka panjang, ASSA bersama pelaku industri logistik dan transportasi lainnya mungkin akan melakukan penyesuaian strategis secara terukur,” lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun dihadapkan pada situasi menantang, ASSA menyatakan bahwa capaian kinerja perseroan selama kuartal I/2026 masih berada dalam posisi stabil. Ke depannya, fokus strategi perusahaan bakal diarahkan pada maksimalisasi operasional sekaligus memperkokoh model bisnis yang berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2026, ASSA mematok target pertumbuhan pendapatan yang cukup konservatif, yakni pada rentang 5% sampai 10%. Patokan ini diambil karena perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam merespons situasi ekonomi dunia dan dinamika geopolitik.

ASSA bersama grup usahanya juga memutuskan untuk lebih selektif dalam melakukan ekspansi, sembari terus membenahi efisiensi lini operasional mereka pada tahun ini.

Adapun ASSA berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 11,07% YoY menjadi Rp1,53 triliun pada kuartal I/2026, naik dari posisi Rp1,38 triliun pada kuartal yang sama di tahun lalu.

Akan tetapi, pertumbuhan omzet ini turut dibarengi dengan merangkaknya beban operasional. Hal ini terjadi karena langkah strategis ASSA yang menanamkan investasi infrastruktur jangka panjang, termasuk pendanaan untuk persiapan proyek-proyek baru demi menjaga keberlanjutan usaha.

Pembengkakan beban biaya tersebut membuat capaian laba kali ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp143,76 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua