Senin, 18 Mei 2026

Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah sejak Akhir Maret 2026

Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah sejak Akhir Maret 2026
ILUSTRASI, Emas Batangan (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Nilai komoditas emas global kembali mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan Senin (18/5/2026) hingga mencapai titik terendah dalam kurun waktu lebih dari satu bulan belakangan, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak mentah global.

Berdasarkan data Reuters, emas di pasar spot merosot 1,1% ke angka US$ 4.488,99 per ons pada pukul 07.52 WIB. Angka ini menandai level paling rendah sejak 30 Maret 2026. Di saat yang sama, komoditas emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Juni juga merosot 1,5% menuju posisi US$ 4.493,30 per ons.

Faktor utama penurunan harga logam mulia ini terjadi pascaserangan drone yang mengakibatkan kebakaran pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab, sebuah peristiwa yang memicu lonjakan harga minyak mentah ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga

IHSG Diprediksi Rawan Koreksi Lanjutan Enam Saham Ini Bakal Cuan

Situasi ini mempertebal kecemasan terkait inflasi global sekaligus memperkokoh proyeksi pelaku pasar bahwa era suku bunga tinggi bakal berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Di samping itu, Donald Trump pun melayangkan peringatan keras kepada Iran agar lekas mengambil tindakan responsif setelah langkah-langkah resolusi konflik AS-Israel dianggap menemui jalan buntu.

Para pelaku pasar saat ini mulai mengantisipasi bahwa probabilitas kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat atau The Fed sebelum pergantian tahun telah melesat hingga 50%, merujuk pada indikator FedWatch Tool kepunyaan CME Group. 

Dalam situasi inflasi yang melonjak, bank sentral umumnya bakal mengerek suku bunga. Langkah moneter semacam ini biasanya menggerus pesona emas di mata investor lantaran aset safe haven tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Para penanam modal kini juga tengah menanti publikasi notulen rapat Federal Reserve edisi April yang siap diluncurkan minggu ini demi mengintip kompas kebijakan moneter ke depan.

Beralih ke sektor logam lainnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber, "perak spot terpangkas 2,2% ke level US$ 74,30 per ons. Di sisi lain, platinum melemah sebesar 0,6% ke angka US$ 1.961,30, sementara paladium terkoreksi 1,2% menjadi US$ 1.396,25 per ons."

Pada perkembangan berbeda, otoritas India turut memperketat kebijakan impor komoditas perak dalam hampir segala wujud demi meredam tekanan terhadap kurs rupe sekaligus membatasi laju arus masuk impor logam mulia.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

5 Minuman Herbal Tradisional yang Ampuh Mengatasi Susah Tidur

5 Minuman Herbal Tradisional yang Ampuh Mengatasi Susah Tidur

Teknik Pernapasan 4-7-8 untuk Mengatasi Insomnia dalam Hitungan Menit

Teknik Pernapasan 4-7-8 untuk Mengatasi Insomnia dalam Hitungan Menit

Cara Mengatasi Overthinking di Malam Hari Agar Tidur Lebih Nyenyak

Cara Mengatasi Overthinking di Malam Hari Agar Tidur Lebih Nyenyak

IHSG Diprediksi Rawan Koreksi Lanjutan Enam Saham Ini Bakal Cuan

IHSG Diprediksi Rawan Koreksi Lanjutan Enam Saham Ini Bakal Cuan

United Tractors Cairkan Dividen Final Rp1.096 per Saham Hari Ini

United Tractors Cairkan Dividen Final Rp1.096 per Saham Hari Ini