Breaking

Harga Minyak Dunia Hari Ini Melesat Tinggi Melampaui 3 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 02 Juni 2026
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melesat Tinggi Melampaui 3 Persen
Ilustrasi minyak dunia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - Nilai minyak dunia hari ini melesat tinggi melampaui 3 persen pada sesi perdagangan Senin (1/6/2026) sore dipicu oleh kekhawatiran suplai global yang kembali bergejolak. Lonjakan yang signifikan ini mengubah arah tren penurunan yang sempat terjadi sepanjang bulan sebelumnya di pasar komoditas energi internasional.

Berdasarkan laporan dari bursa perdagangan komoditas, minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman membukukan raihan positif dengan kenaikan sebesar US$ 2,93 atau berkisar 3,2 persen. 

Komoditas yang menjadi acuan internasional tersebut langsung bertengger di level US$ 94,05 per barel pada pukul 16.06 WIB.

Tren kenaikan yang serupa juga dialami oleh minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI AS yang merangkak naik sebesar US$ 3,36 atau 3,9 persen menuju level US$ 90,72 per barel. 

Data dari pasar modal luar negeri bahkan menunjukkan sejumlah kontrak berjangka WTI sempat melonjak hingga 6 persen hingga diperdagangkan di atas US$ 92 per barel.

Lonjakan harga minyak dunia hari ini menjadi pusat perhatian utama bagi para pelaku pasar setelah sektor energi sempat tertekan cukup dalam sepanjang Mei 2026. 

Berdasarkan catatan historis, harga Brent sempat merosot sekitar 19 persen dan WTI mengalami depresiasi hingga 17 persen selama bulan lalu.

Namun, saat memasuki awal Juni 2026, situasi pasar berbalik sepenuhnya seiring adanya aksi beli secara masif oleh para investor global. Tren penguatan ini sebenarnya sudah mulai tampak sejak akhir pekan lalu ketika harga minyak mentah merangkak naik menuju posisi 89,42 USD per barel pada 31 Mei 2026.

Meski dalam perhitungan satu bulan terakhir secara akumulatif harga minyak mentah masih mencatatkan penurunan sekitar 12,28 persen, posisi harga saat ini dianggap jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Secara tahunan, nilai perdagangan Brent dan WTI tercatat membukukan pertumbuhan masing-masing sebesar 47,52 persen dan 47,86 persen.

Faktor yang menggerakkan kenaikan harga minyak secara mendadak ini tidak lepas dari kombinasi rilis data manufaktur global yang solid serta meningkatnya risiko geopolitik di jalur distribusi laut utama. 

Ketidakpastian geopolitik global tersebut memicu kekhawatiran akan munculnya hambatan pasokan energi jangka panjang secara tiba-tiba.

Bagi para pelaku pasar domestik, memahami industri ini memerlukan pengetahuan dasar mengenai instrumen utama. Masyarakat sering mengajukan pertanyaan mengenai "apa itu minyak wti dan brent" yang kerap dijadikan acuan utama perdagangan dunia. 

Brent merupakan minyak mentah yang diproduksi dari Laut Utara Eropa, sedangkan WTI dipasok dari ladang minyak Amerika Serikat.

Pergerakan di sektor minyak mentah ini secara langsung memengaruhi produk turunan energi lainnya di pasar internasional. Perubahan harga tidak hanya melanda minyak mentah, melainkan juga merembet pada komoditas substitusi serta produk hasil kilang lainnya di hari yang sama.

Berikut adalah rincian data harga komoditas energi beserta produk turunannya merujuk pada aktivitas perdagangan paling anyar: Daftar Harga Komoditas Energi Global Per Juni 2026:

Minyak Mentah Brent: Harga Acuan US$ 94,05 | Perubahan Harian +3,20% | Performa Tahunan +47,52%

Minyak Mentah WTI: Harga Acuan US$ 90,72 | Perubahan Harian +3,90% | Performa Tahunan +47,86%

Bensin (Gasoline): Harga Acuan US$ 3,09 | Perubahan Harian +1,84% | Performa Tahunan +49,53%

Minyak Pemanas: Harga Acuan US$ 3,65 | Perubahan Harian +4,58% | Performa Tahunan +77,12%

Gas Alam: Harga Acuan US$ 3,19 | Perubahan Harian -3,09% | Performa Tahunan -13,69%

Di saat harga minyak bumi tengah berada dalam tren penguatan yang solid, komoditas gas alam justru menunjukkan arah sebaliknya dengan mencatatkan penurunan sebesar 3,09 persen ke posisi 3,19. 

Sebaliknya, komoditas produk hilir seperti bensin mengalami kenaikan 1,84 persen ke level 3,09 dan minyak pemanas melonjak 4,58 persen ke posisi 3,65.

Sebagai pembanding dengan perdagangan akhir pekan sebelumnya, beberapa komoditas tambang serta energi alternatif menunjukkan pergerakan yang cenderung bervariasi. 

Berdasarkan data akhir pekan lalu, batubara ditutup melemah tipis 0,55 persen ke level 136,75, sedangkan minyak Ural Rusia berada di posisi 82,56 setelah terpangkas 4,42 persen.

Kondisi pasar yang dinamis ini mendorong para pengamat energi domestik untuk terus memantau pergerakan harga minyak mentah terbaru. 

Fluktuasi ini diperkirakan akan memberikan tekanan tersendiri terhadap anggaran subsidi energi di berbagai negara berkembang yang bergantung pada impor minyak mentah.

Harga komoditas dapat berubah sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga saat ini, para pelaku pasar masih bersikap waspada sembari memperhatikan volume produksi dari negara-negara anggota OPEC+ serta keputusan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral global. 

Perkembangan dinamika pasokan di Timur Tengah serta tingkat permintaan dari negara konsumen terbesar seperti China diprediksi akan tetap menjadi penggerak utama harga komoditas dalam beberapa minggu ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua