Breaking

IHSG Berpotensi Menurun Kamis Ini, Lihat Saham Pilihan Analis

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
IHSG Berpotensi Menurun Kamis Ini, Lihat Saham Pilihan Analis
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih dibayangi oleh risiko koreksi pada sesi perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026). Sejumlah pengamat pasar modal memberikan proyeksi mengenai arah indeks serta menyodorkan beberapa saham pilihan yang potensial untuk dipantau oleh para pelaku pasar.

Berdasarkan data terbaru dari IDX Mobile, pada penutupan perdagangan hari Rabu (3/6/2026), IHSG mengalami kejatuhan yang cukup dalam sebesar 4,11 persen atau melemah 254,36 poin. Adanya penurunan ini membuat indeks mendarat ke posisi 5.941,07 setelah sebelumnya sempat bergerak dalam volatilitas yang cukup lebar.

Data Transaksi dan Fluktuasi Saham

Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada rentang batas bawah di level 5.842 hingga batas atas di level 6.213,18. Aktivitas pasar berlangsung sangat dinamis dengan nilai transaksi yang cukup besar mencapai Rp25,19 triliun.

Volume perdagangan saham terpantau menyentuh angka 36,2 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,72 juta kali. Walakin, kondisi pasar secara umum tampak kurang menguntungkan lantaran didominasi oleh saham-saham yang terkoreksi.

Hanya ada 75 saham yang mampu bertahan dan mengakhiri hari di zona hijau, sedangkan 726 saham lainnya terpuruk di zona merah. Sementara itu, terdapat 158 saham yang posisinya tidak berubah alias stagnan.

Anjloknya indeks secara drastis ini dipicu oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi besar yang berada di dalam indeks LQ45. Beberapa emiten raksasa di sektor tambang dan mineral terpantau menjadi beban utama penurunan harga di bursa.

Berikut adalah deretan emiten yang mengalami koreksi harga cukup tajam:

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang anjlok 14,91 persen ke posisi Rp3.310.

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang merosot 12,12 persen ke level Rp2.320.

PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang melemah 11,98 persen menuju level Rp294.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang mencatatkan penurunan 11,82 persen ke posisi Rp2.610.

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang ikut terdepresiasi 10 persen ke posisi Rp1.305.

Kemerosotan signifikan pada kelompok saham komoditas dan mineral ini menjadi faktor utama yang memberatkan langkah IHSG. Situasi pasar yang kurang kondusif ini juga membuat lembaga riset seperti BRI Danareksa mengubah proyeksi target IHSG untuk tahun 2026 ke level 7.200.

Analisis Teknis dan Proyeksi Pasar

Analis dari MNC Sekuritas menilai bahwa pergerakan dinamis IHSG saat ini masih berada dalam siklus penurunan dari struktur gelombang teknisnya. Prediksi ini memberikan sinyal bahwa potensi koreksi lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.

Pihak MNC Sekuritas juga mengingatkan para investor untuk mengantisipasi area penurunan lanjutan yang diperkirakan berada pada rentang 5.755 hingga 5.814. Namun, apabila terjadi pembalikan arah secara teknis, target kenaikan terdekat berada di area 5.958 sampai 5.984.

Untuk panduan transaksi hari ini, analis menetapkan level support IHSG pada kisaran 5.899 dan 5.755. Sementara itu, untuk area resistance atau batas pemulihan indeks dipatok pada level 6.111 dan 6.286.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati oleh para pemodal antara lain:

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI): Investor disarankan mengambil strategi buy on weakness.

PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI): Direkomendasikan melakukan pembelian dengan strategi buy on weakness di area bawah.

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI): Masuk dalam daftar emiten yang potensial dikoleksi melalui metode buy on weakness.

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): Analis memberikan rekomendasi opsi trading buy untuk memanfaatkan potensi profit jangka pendek.

Strategi buy on weakness dianjurkan mengingat kondisi pasar yang sedang tertekan hebat, sehingga memberikan kesempatan bagi pemodal untuk mendapatkan saham dengan harga yang lebih murah. Kendati demikian, kehati-hatian tetap menjadi hal utama karena sentimen global maupun domestik masih terus bergerak dinamis.

Rangkuman Prediksi dan Titik Penting IHSG

Berikut merupakan kompilasi level-level krusial yang patut diperhatikan oleh para pelaku pasar sepanjang sesi perdagangan Kamis ini:

Level Support 1: 5.899

Level Support 2: 5.755

Level Resistance 1: 6.111

Level Resistance 2: 6.286

Area Penguatan Terdekat: 5.958 - 5.984

Area Koreksi Berikutnya: 5.755 - 5.814

Data di atas merangkum titik-titik krusial yang bisa dijadikan acuan dalam mengambil keputusan jual maupun beli di pasar ekuitas. Informasi ini diharapkan mempermudah pemodal dalam memetakan risiko di tengah tingginya gejolak pasar saat ini.

Perlu ditekankan kembali bahwa semua ulasan pergerakan pasar serta rekomendasi saham ini hanya bersifat sebagai referensi pelengkap. Tiap keputusan untuk melakukan transaksi sepenuhnya menjadi hak serta tanggung jawab pribadi dari masing-masing investor.

Kondisi bursa yang fluktuatif menuntut para pembaca untuk selalu melakukan analisis mandiri dan memperhitungkan manajemen risiko dengan bijak. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang didapat dari keputusan investasi merupakan konsekuensi yang ditanggung sepenuhnya oleh setiap individu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua