Breaking

PT Ethica Operasikan Fasilitas Injeksi Steril Baru Usai Diresmikan BPOM

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 07 Juni 2026
PT Ethica Operasikan Fasilitas Injeksi Steril Baru Usai Diresmikan BPOM
ILUSTRASI, PT Ethica Industri Farmasi (Sumber Gambar : Net)

CIKARANG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meresmikan Fasilitas Produksi Injeksi Steril Lini 3 serta gudang baru milik PT Ethica Industri Farmasi di Cikarang pada Kamis (4/6/2026). 

Langkah ini diambil guna memenuhi lonjakan kebutuhan produk obat injeksi steril secara nasional, khususnya untuk memasok rumah sakit dan program kesehatan pemerintah.

Pembangunan fasilitas baru anak usaha PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) tersebut memerlukan waktu 1,5 tahun sejak dimulai pada 2024, sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Lini 3 dirancang untuk melipatgandakan kapasitas produksi perusahaan hingga tiga kali lipat dibandingkan kemampuan Lini 1 and Lini 2.

Operasional pabrik baru ini diklaim telah memenuhi standar internasional, termasuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), European Union Good Manufacturing Practices (EU GMP), serta standar Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan BPOM, Kementerian Kesehatan, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), dan jajaran direksi PYFA.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan serta ketahanan industri farmasi dalam negeri di tengah tekanan mata uang rupiah dan ketidakpastian kondisi geopolitik global. 

Saat ini, pasokan bahan baku obat (BBO) nasional dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan jangka waktu enam hingga 12 bulan mendatang.

Pemerintah bersama pelaku industri juga aktif mengalihkan rantai pasok ke negara alternatif demi menghindari dampak ketegangan geopolitik. 

Langkah penguatan pasokan obat ini didukung pula oleh penerbitan tiga keputusan resmi dan sejumlah surat edaran BPOM yang memuat relaksasi regulasi terukur serta kemudahan izin.

“Yang penting bahwa Ethica Farma ini merupakan salah satu industri nasional kami yang membanggakan. Kenapa membanggakan? Karena operasionalnya sudah sejak 1946, berarti sudah 79 tahun,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Taruna mengapresiasi fokus perusahaan dalam memproduksi obat generik yang banyak digunakan oleh masyarakat luas melalui program jaminan kesehatan nasional.

“Dan yang kedua, dia banyak fokus untuk memproduksi obat-obat generik yang otomatis banyak membantu rakyat kami, yang umumnya dipakai oleh BPJS. Jadi, kami memberikan dukungan dalam konteks ekspansi masa depan, di mana kami berharap Ethica Farma Indonesia ini bisa semakin mendunia, semakin mengglobal,” papar Kepala BPOM Taruna Ikrar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kehadiran Lini 3 memberikan keunggulan dalam hal spesialisasi dan skala volume produksi yang lebih masif. Kapasitas besar tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan jangka panjang dari mitra Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) dalam ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sekitar 97 persen dari total hasil produksi PT Ethica merupakan produk injeksi steril generik untuk kebutuhan masyarakat. Sebagian besar produk kesehatan tersebut didistribusikan melalui jaringan kepesertaan BPJS Kesehatan.

President Director PYFA, Lee Yan Gwan, menegaskan bahwa operasional Lini 3 membuktikan kemampuan mandiri Indonesia dalam memproduksi sediaan injeksi steril berkualitas global. Fasilitas ini ditargetkan mampu menekan angka impor dan memperkuat kemandirian sektor farmasi domestik.

“Kehadiran Lini 3 memberikan volume produksi yang jauh lebih besar, sehingga memungkinkan kami menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menyerap lebih banyak permintaan mitra Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO),” ungkap President Director PYFA Lee Yan Gwan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lee menambahkan bahwa pembukaan fasilitas ini menandai kesiapan industri farmasi nasional untuk bersaing di tingkat internasional.

“Hari ini bukan sekadar peresmian sebuah fasilitas produksi; ini adalah pernyataan bahwa industri farmasi Indonesia siap berdiri sejajar dengan standar global, dan PYFA berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dari pernyataan itu,” lanjut President Director PYFA Lee Yan Gwan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai rencana jangka panjang, PYFA kini tengah menyiapkan peta jalan manufaktur berkelanjutan lewat pembangunan Lini 4 dan Lini 5. Proyek pengerjaan fisik untuk kedua lini tambahan tersebut saat ini sudah berjalan dengan fokus pada jenis sediaan farmasi yang berbeda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua