Breaking

NCKL Tebar Dividen 2,7 Triliun Rupiah, Berikut Rasio Pembayarannya

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 01 Juli 2026
NCKL Tebar Dividen 2,7 Triliun Rupiah, Berikut Rasio Pembayarannya
Ilustrasi: Pemegang saham NCKL menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 2,7 triliun Rupiah untuk tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – Pemegang saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) telah resmi menyetujui rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai sekitar 2,7 triliun Rupiah. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026).

Total dividen yang dibagikan oleh entitas Harita Group ini setara dengan rasio pembayaran sebesar 30% dari laba bersih tahun buku 2025. Persentase rasio tersebut tercatat stabil dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Stockbit Group, nilai pembagian tersebut mengindikasikan dividen sebesar Rp42,64 per lembar saham. Dengan harga saham NCKL di level Rp800 per lembar pada perdagangan Selasa (30/6/2026), tingkat dividend yield diperkirakan berada di kisaran 5,3%.

Hingga saat ini, manajemen perseroan belum mengumumkan lebih lanjut terkait jadwal perdagangan saham dengan hak dividen maupun tanggal resmi pendistribusiannya. Perseroan juga berkomitmen untuk melanjutkan pengelolaan operasional secara terukur di seluruh rantai nilai sepanjang tahun 2026.

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali, menuturkan bahwa ketahanan usaha akan bertumpu pada optimalisasi operasional dan penguatan daya saing jangka panjang. "Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di tengah tekanan harga nikel global, NCKL terus menjaga kesinambungan kegiatan usaha dengan pendapatan sebesar Rp29,63 triliun sepanjang 2025. Pada kuartal I/2026, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp6,81 triliun.

Operasional perusahaan mencakup segmen penambangan bijih nikel serta pengolahan pirometalurgi melalui jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Selain itu, terdapat pengolahan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menghasilkan MHP dan nikel sulfat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua