Breaking

Telkom Indonesia Menyisihkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 10 Juni 2026
Telkom Indonesia Menyisihkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham
ILUSTRASI, Tedung Telkom (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi menggelar aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp4 triliun yang dimulai sejak Selasa (9/6/2026). Langkah strategis ini dilakukan setelah perseroan mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Aksi korporasi ini langsung memicu sentimen positif di pasar modal. Dilansir dari Bloombergtechnoz, sejumlah analis dari berbagai sekuritas terkemuka langsung merespons kebijakan tersebut dengan mengerek target harga dan memberikan rekomendasi beli untuk saham TLKM.

Analis Macquairie Indra Cahya merekomendasikan beli dengan target harga Rp3.200 per saham pada Selasa (9/6/2026). Sementara itu, Analis Trimegah Sekuritas Sabrina juga menyematkan rekomendasi serupa dengan target Rp3.280 per saham.

Rekomendasi positif ini memperkuat penilaian para analis lain yang telah dikeluarkan sebelumnya. Arthur Pineda dari Citi memasang target Rp3.575 per saham, sedangkan Piyush Choodhary mematok target harga hingga Rp4.150 per saham.

Secara keseluruhan, konsensus mencatat 33 dari 42 analis atau sebesar 78,6 persen memberikan rekomendasi beli untuk emiten telekomunikasi ini. Sementara itu, sembilan analis sisa atau sekitar 21,4 persen memilih rekomendasi tahan.

Rata-rata target harga 12 bulan untuk saham TLKM kini berada di level Rp3.560,54 per saham. Sejumlah sekuritas bahkan memasang target lebih tinggi, seperti HSBC di level Rp4.150, BNI Sekuritas dan CGS International di Rp3.900, serta JP Morgan di angka Rp3.600 per saham.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham TLKM tercatat menguat 7,66 persen ke level Rp2.530 per saham. Pergerakan ini melanjutkan tren positif setelah pada hari sebelumnya ditutup pada level Rp2.560 per saham.

Selain program buyback, RUPST juga menetapkan pembagian dividen total Rp22 triliun. Dana tersebut terdiri dari Rp17,8 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dan Rp4,2 triliun dari laba ditahan, yang dijadwalkan cair paling lambat 10 Juli 2026.

Kombinasi pembagian dividen dan program buyback ini dinilai menjadi motor utama yang mendorong prospek saham perusahaan kian bullish. Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat dari manajemen terkait komitmen peningkatan nilai bagi para pemegang saham.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," kata Dian dalam siaran pers.

Pihak manajemen Telkom juga menegaskan bahwa keputusan tersebut telah mempertimbangkan keseimbangan pengembalian modal. Sepanjang tahun 2025, emiten pelat merah ini membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun dengan EBITDA Rp72,24 triliun dan laba bersih Rp17,81 triliun.

Pelaksanaan program pengadaan kembali saham ini dijadwalkan berlangsung selama satu tahun penuh. Periode buyback tersebut akan diselesaikan paling lambat hingga 8 Juni 2027 mendatang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua