Breaking

Bulog Sarankan Program Beraskita Premium Guna Stabilkan Harga

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 10 Juni 2026
Bulog Sarankan Program Beraskita Premium Guna Stabilkan Harga
ILUSTRASI, Beras Bulog (Sumber Gambar : kompas.com)

JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan peluncuran program Beraskita Premium sebagai langkah strategis dalam mengendalikan lonjakan harga beras premium di pasaran. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber Detik Finance, skema program baru ini dirancang agar memiliki kesamaan dengan program beras SPHP yang selama ini menyasar segmen beras medium. Melalui inisiatif tersebut, Bulog membidik stabilitas harga pada sektor beras berkualitas premium.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kehadiran varian premium ini sangat diperlukan mengingat kondisi pergerakan harga komoditas tersebut yang sedang merangkak naik.

"Kami hanya mengusulkan malah untuk membuat Beraskita premium. Nah jadi kan beras premium kan lagi agak naik, supaya menstabilisasi beras premium, Beraskita premium harus ada. Sedang didiskusikan dulu, mudah-mudahan ada sih, sehingga nanti turun," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut Perum Bulog sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak manajemen Bulog memastikan bahwa pasokan dan harga untuk kategori medium saat ini masih berada dalam kondisi yang aman. Oleh karena itu, fokus usulan diarahkan penuh pada intervensi harga pasar kelas premium.

"Beraskita mediumnya kan aman dan stabil, tinggal beras premium yang agak meningkatkan. Nah tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan program beras kita premium, seperti beras SPHP," sambung Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut Perum Bulog sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam usulan resmi tersebut, komoditas Beraskita Premium diproyeksikan akan dilepas ke masyarakat dengan harga Rp 14.900 per kilogram (kg). Kepastian pelaksanaannya kini masih menunggu keputusan dan persetujuan dari kementerian terkait.

"Nah ini kan saya baru ngajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut Perum Bulog sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua