Breaking

Harga Emas Dunia Sulit Bangkit Akibat Suku Bunga Tinggi

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Harga Emas Dunia Sulit Bangkit Akibat Suku Bunga Tinggi
ILUSTRASI, emas (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - Nilai dari komoditas emas masih sukar mendapatkan sentimen yang positif sebagai dampak dari langkah kebijakan moneter global terkini yang memiliki kecenderungan menaikkan tingkat suku bunga.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber Kitco News pada Jumat (18/6/2026), pergerakan harga logam mulia ini tidak memperlihatkan respons yang besar terhadap keputusan dari Bank of England (BoE) untuk mempertahankan tingkat suku bunga mereka di posisi 3,75%; akan tetapi, terdapat dua orang anggota komite yang memberikan suara untuk mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin.

Di waktu yang sama, Federal Reserve pun turut mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka pada kisaran 3,5%–3,75% dalam pertemuan kebijakan yang dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026). 

Di sisi lain, Bank Sentral Eropa sudah mengambil langkah lebih awal dengan menaikkan tingkat suku bunga mereka sebesar 25 basis poin pada pekan yang lalu.

Melalui pernyataan kebijakan moneternya, pihak BoE mengungkapkan situasi sulit yang dihadapi lantaran harga energi memicu peningkatan tekanan inflasi di kala kondisi perekonomian terus mengalami pelemahan.

Setelah pengumuman kebijakan moneter dari BoE tersebut dipublikasikan, estimasi pasar terhadap langkah pengetatan berada pada kisaran 35 basis poin untuk tahun ini, di mana angka tersebut relatif tidak mengalami perubahan dari prediksi yang sudah ada sebelum pertemuan berlangsung.

Untuk nilai emas spot pada pasar perdagangan paling akhir terhadap poundsterling Inggris berada di angka £ 3.211,84 per troy ounce, atau menunjukkan adanya penyusutan sebesar 0,37% pada hari Kamis (18/6/2026).

Sementara itu untuk pergerakan terhadap dolar AS, nilai dari emas spot dalam aktivitas perdagangan terakhir berada pada level US$ 4.247,60 per troy ounce, yang berarti mengalami koreksi sebesar 0,20% pada hari tersebut.

Di samping hal tersebut, performa dari harga logam mulia ini dinilai semakin lesu setelah dipublikasikannya data mengenai klaim awal untuk tunjangan pengangguran di Amerika Serikat yang menyentuh angka 226.000 (setelah dilakukan penyesuaian musiman) untuk periode pekan yang berakhir pada tanggal 13 Juni 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua