Breaking

Ketua OJK Pesan Reformasi Pasar Modal ke Direksi Baru BEI

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Ketua OJK Pesan Reformasi Pasar Modal ke Direksi Baru BEI
Ilustrasi: Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan pesan reformasi kepada direksi baru BEI periode 2026-2030. (Foto: NET)

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memberikan pesan khusus kepada jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 agar meneruskan langkah reformasi di pasar modal Indonesia. Amanat ini dia sampaikan setelah melangsungkan pertemuan dengan jajaran pimpinan DPR, termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad.

Di samping reformasi, Friderica pun mengharapkan adanya penguatan tata kelola serta rencana pengembangan bursa setelah Jeffrey Hendrik bersama direksi lainnya sah menerima persetujuan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

Keberlanjutan program reformasi integritas ini dinilai wajib tetap berjalan demi meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap pasar modal domestik.

“Dari empat paket yang mengajukan diri ke OJK, ada 28 orang yang sudah melakukan fit and proper test di OJK dan sudah terpilih tujuh orang yang terbaik untuk masing-masing bidang,” kata Friderica dalam konferensi pers di kompleks parlemen pada Kamis (18/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pertemuan tersebut dinyatakan oleh Dasco sebagai bentuk koordinasi sekaligus ruang diskusi terkait pembenahan tata kelola bursa efek. Pihak DPR juga menitipkan permintaan supaya OJK meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pasar modal ke depannya.

“Kami sudah sampaikan kepada OJK agar kemudian dalam pengawasan juga bisa lebih baik ke depannya dan beberapa kesepakatan telah kami dapatkan titik temu, untuk tata kelola bursa yang lebih baik ke depan,” ujar Dasco, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Manajemen baru BEI menegaskan komitmen mereka untuk meneruskan program reformasi pasar modal yang sudah bergulir selama beberapa bulan ke belakang. Di samping mengoptimalkan aspek transparansi, integritas, serta tata kelola, BEI bakal menitikberatkan perhatian pada pendalaman pasar, baik dari sektor supply maupun demand.

Strategi ini diterapkan demi memperluas kontribusi pasar modal dalam menyokong roda pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan tersebut sekaligus ditargetkan bisa memicu BEI supaya memiliki daya saing yang lebih kuat di kancah internasional.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua