Breaking

Masuk Daftar Fortune, Pendapatan Pupuk Indonesia Naik 10 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Masuk Daftar Fortune, Pendapatan Pupuk Indonesia Naik 10 Persen
ILUSTRASI, PT Pupuk Indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali berhasil mencatatkan namanya dalam jajaran Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026. Daftar ini merangkum 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara untuk tahun fiskal 2025. Pada peringkat tersebut, Pupuk Indonesia menduduki posisi ke-68 setelah membukukan pendapatan audited senilai Rp90,4 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 10% dari tahun lalu.

Pencapaian tersebut menunjukkan semakin kokohnya fundamental bisnis yang dimiliki perusahaan. Hal ini didorong oleh proses transformasi tata kelola serta peningkatan efisiensi yang dilakukan secara berkelanjutan, sejalan dengan langkah memperkuat daya saing industri pupuk di tingkat nasional.

Menurut Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, capaian positif tersebut didapatkan dari adanya keseimbangan antara pengelolaan bisnis secara sehat dan penunaian tugas strategis perusahaan demi menjaga ketahanan pangan nasional.

“Fondasi yang dibangun melalui transformasi tata kelola dan efisiensi memungkinkan kami untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat daya saing dan membuka ruang pertumbuhan jangka panjang,” ujar Yehezkiel dalam keterangannya, Senin (22/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Yehezkiel menguraikan bahwa penguatan aspek fundamental perusahaan turut memperoleh sokongan dari langkah reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang digulirkan pemerintah. 

Proses penyederhanaan jalur distribusi lewat Perpres No 6/2025 mampu mempercepat penyaluran pupuk ke tangan petani serta menaikkan efektivitas program subsidi tersebut.

Langkah reformasi tersebut semakin diperkuat oleh Perpres No 113/2025 yang mengalihkan skema subsidi dari sistem cost plus menjadi mark-to-market. 

Regulasi ini membenahi struktur pembiayaan di industri pupuk sekaligus memunculkan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk mengeksekusi investasi produktif, termasuk agenda revitalisasi.

Yehezkiel juga mengimbuhkan bahwa efisiensi yang berhasil diwujudkan tidak cuma membawa pengaruh positif bagi kinerja internal perusahaan, melainkan turut memberikan keuntungan nyata untuk para petani selaku konsumen utama dari pupuk bersubsidi.

“Efisiensi membuat penyaluran pupuk menjadi lebih efektif, sekaligus membuka ruang investasi strategis. Di sisi lain, manfaatnya juga kembali ke petani melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% sejak Oktober 2025,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk saat ini, pihak Pupuk Indonesia sedang melakukan akselerasi pada program revitalisasi dengan menetapkan target peremajaan serta pembangunan tujuh unit pabrik dalam jangka waktu lima tahun mendatang. 

Agenda besar ini dicanangkan guna mendongkrak efisiensi energi, memperbesar kapasitas produksi, sekaligus menjaga keandalan operasional.

Salah satu agenda proyek yang kini telah rampung dilaksanakan ialah Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur. Proyek ini terbukti berhasil memangkas tingkat konsumsi gas hingga di atas 10% serta meningkatkan efisiensi pada sisi operasional.

Di samping fokus pada program revitalisasi, perusahaan turut memperkokoh lini hilirisasi lewat pengerjaan sejumlah proyek strategis. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan pabrik soda ash dengan kapasitas mencapai 300.000 ton per tahun di wilayah Bontang, 

Kalimantan Timur, serta pengerjaan proyek pabrik metanol guna mencukupi keperluan industri nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi di dalam negeri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua