Breaking

MAPI Targetkan Pertumbuhan Pendapatan High Single Digit di 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 25 Juni 2026
MAPI Targetkan Pertumbuhan Pendapatan High Single Digit di 2026
ILUSTRASI, logo mitra adiperkasa (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mematok target untuk pertumbuhan pendapatan serta laba bersihnya di level high single digit pada tahun ini.

Wakil Presiden Direktur Mitra Adiperkasa, Virendra Prakash Sharma, memaparkan bahwa setidaknya ada 5 langkah strategis yang akan dieksekusi oleh MAPI untuk tahun ini dan masa yang akan datang. 

Kelima program tersebut meliputi penguatan keunggulan operasional beserta produktivitas biaya, langkah digitalisasi, fokus terhadap pengalaman pelanggan, pengembangan kualitas SDM, serta agenda ekspansi bisnis yang terukur.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Kami masih menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran high single digit, begitu pula untuk laba bersih, baik MAPI maupun MAPA. Meskipun kinerja kuartal pertama sangat kuat, kami ingin tetap berhati-hati. Oleh karena itu kami untuk tahun ini masih berada pada kisaran pertumbuhan high single digit,” ujarnya saat diwawancarai dalam acara paparan publik MAPI pada Rabu (24/6/2026).

Sharma tidak menampik bahwa tantangan makroekonomi yang terjadi di lingkup domestik maupun global turut memberikan dampak bagi kinerja perseroan pada tahun ini. 

Salah satunya terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang dinilai memicu pembengkakan biaya impor perseroan. Kondisi tersebut bahkan membuka peluang bagi pihak perseroan untuk membebankan kenaikan biaya kepada konsumen melalui penyesuaian harga produk.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Tentu saja kondisi ini meningkatkan harga jual ritel, tetapi kami tidak memiliki banyak pilihan selain meneruskan dampak perubahan nilai tukar tersebut kepada pelanggan, khususnya yang berkaitan dengan risiko kurs,” tuturnya.

Kendati demikian, alokasi anggaran belanja modal atau capex yang dianggarkan oleh perseroan untuk tahun ini menyentuh angka Rp2 triliun. 

Walau rincian pembagian penggunaan capex tersebut tidak dijabarkan secara detail, perseroan memiliki agenda ekspansi untuk mendirikan sekitar 550—600 gerai baru sepanjang tahun ini.

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, menjelaskan bahwa meskipun target pembukaan gerai baru tersebut posisinya berada di bawah realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 616 gerai, hal tersebut bukan mengindikasikan bahwa MAPI tengah mengerem laju ekspansinya.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Jadi kami setiap tahun melihat ekspansi dengan cara melihat opportunity. Dalam keadaan ekonomi sekarang, kami masih berencana membuka 560 gerai karena kami bukan berada di Indonesia saja kan. Kami ada di tujuh negara, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. [Target pembukaan toko] overall, bukan di Indonesia saja,” jelasnya pada momentum yang sama.

Ratih menguraikan, pihaknya juga membuka peluang untuk menghadirkan gerai-gerai baru di kawasan kota tier 2 dan tier 3. Agenda tersebut nantinya akan sangat menyesuaikan dengan target pasar dari tiap-tiap gerai.

Pada periode sebelumnya, MAPI sukses membukukan lonjakan pendapatan menjadi Rp43,08 triliun sepanjang 2025, mencatatkan kenaikan dari perolehan tahun 2024 yang bertengger di angka Rp37,83 triliun. 

Perolehan pendapatan tersebut bersumber dari lini penjualan eceran dan grosir senilai Rp41,39 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi senilai Rp2,34 triliun, pendapatan dari sektor sewa dan jasa pemeliharaan senilai Rp137,6 miliar, serta pos pendapatan lain-lain sebesar Rp205,18 miliar.

Di sisi lain, MAPI mencatatkan adanya kenaikan pada beban pokok penjualan sebesar Rp25,12 triliun. Nilai beban pokok pendapatan ini mengalami pembengkakan sebesar 15,83% secara tahunan (year-on-year) dari posisi sebelumnya yang bernilai Rp21,6 triliun. 

Kendati begitu, laba kotor MAPI terpantau mengalami pertumbuhan sebesar 11,24% pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp17,95 triliun, naik dari pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp16,14 triliun.

Kondisi tersebut pada akhirnya membawa laba bersih MAPI ikut terkerek naik menjadi Rp2,23 triliun selama tahun 2025. Perolehan laba bersih ini mengalami pertumbuhan sebesar 26,22% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp1,76 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua