Breaking

Telkom Targetkan Pengalihan Aset Fiber Selesai Kuartal Tiga 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 25 Juni 2026
Telkom Targetkan Pengalihan Aset Fiber Selesai Kuartal Tiga 2026
ILUSTRASI, Logo Telkom (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membidik penyelesaian pemindahan sisa aset serat optik miliknya ke Infranexia pada kuartal III/2026, usai sebelumnya menyerahkan lebih dari 50% aset tersebut.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyatakan bahwa perusahaan telah menyelesaikan pemindahan aset untuk tahap pertama kepada Infranexia. Adapun nilai aset fiber yang ditransfer pada langkah awal ini menyentuh Rp35,8 triliun. 

Dian menjelaskan secara detail bahwa infrastruktur penting jaringan telekomunikasi kepunyaan Telkom, dari jaringan akses hingga jaringan tulang punggung (backbone), masuk dalam cakupan pemindahan fase satu ini.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Nilai aset yang dipindahkan di tahap pertama adalah Rp35,8 triliun,” ujar Dian ketika menghadiri rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Setelah merampungkan tahap pertama, emiten telekomunikasi milik negara ini bersiap menyelenggarakan transfer aset untuk gelombang berikutnya. 

Pihak manajemen TLKM memproyeksikan seluruh rangkaian pemindahan aset serat optik ke entitas Infraco tersebut dapat tuntas seluruhnya sebelum tahun ini berakhir. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami mengharapkan untuk fase kedua itu bisa dilaksanakan dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga 2026,” pungkas Dian.

Pemisahan usaha (spin-off) serta pemindahan aset infrastruktur ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan program transformasi perusahaan yang dinamakan Telkom 30. 

Lewat skema strategi ini, Telkom memecah fokus usahanya ke empat pilar strategis, meliputi segmen B2C, penyedia infrastruktur digital, bisnis internasional, dan B2B IT.

Infranexia sendiri diarahkan untuk menjadi penggerak sentral dalam pilar penyedia infrastruktur digital Telkom Group, mendampingi manajemen pusat data (data center), menara telekomunikasi lewat PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel, dan jasa satelit melalui Telkomsat.

Sampai kuartal I/2026, Telkom mengelola jaringan serat optik dengan panjang melampaui 211.000 km yang didukung oleh 27 sistem kabel laut internasional. 

Di sisi lain, dari aspek performa finansial, perusahaan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp4,34 triliun atau mengalami penurunan sebesar 21,72% secara tahunan (year on year/YoY). 

Tergerusnya laba bersih ini berjalan beriringan dengan menciutnya laba periode berjalan perusahaan menjadi Rp6,05 triliun. Secara mendetail, bagian kepentingan non-pengendali mengamankan jatah sebesar Rp1,71 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua