Breaking

Sektor Ritel dan Pariwisata Raih Berkah dari Momen Libur Sekolah

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 01 Juli 2026
Sektor Ritel dan Pariwisata Raih Berkah dari Momen Libur Sekolah
Ilustrasi: Libur sekolah mendorong peningkatan aktivitas belanja di sektor ritel sepanjang Juni-Juli. (Foto: NET)

JAKARTA – Momentum libur sekolah pertengahan tahun menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten di sektor ritel, pariwisata, hingga transportasi. Peningkatan aktivitas belanja keluarga dan mobilitas masyarakat selama Juni-Juli dinilai mampu menopang pertumbuhan kinerja perusahaan di tengah tantangan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global.

PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menilai periode libur sekolah menjadi salah satu faktor musiman yang menjaga pertumbuhan penjualan pada kuartal II/2026. "Pada Juni umumnya mulai mengalami peningkatan aktivitas. Secara kontribusi kuartalan, kuartal II hampir mirip dengan kuartal III karena ada faktor musiman [libur sekolah] yang cukup kuat," ujar VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih Darmawan Gianda, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sementara itu, PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) memanfaatkan momentum libur sekolah untuk mengejar target pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen sepanjang tahun ini. "Di bulan Juni-Juli memang banyak aktivitas yang terkait sekolah. Pada saat yang sama terdapat kesempatan bagi para orang tua untuk memberikan hadiah kenaikan kelas maupun kelulusan. Kami juga menjalankan berbagai promo di seluruh jaringan toko untuk menyambut momentum ini," tutur Direktur ERAL Andre Tanudjaja, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sektor pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) menyebut libur sekolah merupakan salah satu periode terpenting karena secara historis mendorong lonjakan kunjungan wisatawan. "Libur sekolah merupakan salah satu momentum paling penting bagi Ancol setiap tahunnya. Pada periode ini kami melihat peningkatan minat masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, sehingga secara historis jumlah kunjungan maupun aktivitas ekonomi di kawasan Ancol cenderung meningkat," kata Corporate Communication Ancol Daniel Windriatmoko, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Momentum serupa dirasakan sektor transportasi, di mana PT Blue Bird Tbk. (BIRD) melihat peningkatan permintaan layanan transportasi seiring aktivitas wisata. "Kami melihat layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal masih menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mendukung aktivitas selama masa libur sekolah," ujar Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. (BIRD) Andre Djokosoetono, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, mengatakan libur sekolah memang menjadi katalis musiman yang mendorong konsumsi pada sektor transportasi, akomodasi, ritel, dan hiburan. "Permintaan terhadap transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan biasanya meningkat selama periode liburan sekolah," jelas Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ia juga mengingatkan adanya tantangan normalisasi permintaan setelah musim liburan berakhir. "Tantangan terbesar setelah periode libur sekolah adalah normalisasi permintaan. Aktivitas konsumsi dan mobilitas yang meningkat selama masa liburan berpotensi kembali ke level normal pada bulan berikutnya," tambah Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Wisnubroto, menilai momentum libur sekolah mampu menopang konsumsi rumah tangga meski dampaknya tidak bersifat spektakuler.

"Secara domestik, momen libur sekolah biasanya mendukung konsumsi rumah tangga, terutama di sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan makanan-minuman karena ada peningkatan aktivitas bepergian dan belanja keluarga. Di antaranya pengelola pusat perbelanjaan dan ritel discretionary seperti MAPI, serta emiten consumer seperti AMRT." ucap Rully, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua