Breaking

IHSG Hari Ini dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
IHSG Hari Ini dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
ILUSTRASI, IHSG menguat 0,92% ke posisi 5.695,12 pada sesi perdagangan Rabu (1/7/2026). (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada sesi transaksi kemarin, Rabu (1/7/2026).

Sejumlah emiten seperti CUAN, MBMA, hingga BRPT turut mencatatkan performa yang memikat sampai penutupan perdagangan sore hari.

Melalui data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir menguat 0,92% menuju posisi 5.695,12. Sepanjang hari, indeks bergulir di rentang 5.607,45—5.737,74. Tercatat ada 391 saham yang naik, 263 tertekan, dan 305 tidak bergerak.

Dari deretan saham LQ45, kenaikan harga saham di posisi teratas dihuni oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang melesat 16,98% ke Rp620, disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang terangkat 10,39% ke Rp510, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 7,39% ke Rp1.380.

Tren positif juga dirasakan oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang terangkat 5,10% ke Rp 4.330, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang naik 4,96% ke Rp2.540, serta PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) yang menguat 4,85% ke Rp540.

Di sisi lain, beberapa saham yang bergerak melempem, di antaranya dialami oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang merosot 6,76% ke Rp3.170, PT United Tractors Tbk. (UNTR) melemah 4,24% ke Rp22.025, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang turun 2,78% ke Rp875.

Menghadapi transaksi hari ini, Kamis (2/7/2026), tim riset MNC Sekuritas memaparkan kedudukan IHSG saat ini masih menjadi bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diproyeksikan IHSG masih rentan mengalami penurunan untuk menguji rentang 5.472-5.540.

"Cermati skenario merah dimana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (2/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Titik support IHSG berada pada level 5.486 dan 5.317, sementara itu titik resistance berada pada level 6.007 dan 6.286.

Di sisi lain, Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menguraikan bahwa pada jalannya transaksi awal paruh kedua tahun ini, IHSG masih berada dalam tren penurunan.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735. Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi," tulis analis, Rabu (1/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melihat sentimen yang membayangi pergerakan pasar, para pemodal hari ini akan mengamati sejumlah publikasi data ekonomi seperti S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, tingkat inflasi, serta neraca perdagangan yang bakal menjadi barometer situasi ekonomi domestik.

"Dari eksternal, perhatian juga tertuju pada data ketenagakerjaan AS, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed," ujar analis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua