Breaking

PLN Bakal Modifikasi Seluruh PLTU Pakai Batu Bara Kalori Rendah

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
PLN Bakal Modifikasi Seluruh PLTU Pakai Batu Bara Kalori Rendah
ILUSTRASI, PLN mulai modifikasi PLTU agar dapat menggunakan batu bara berkalori rendah. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berencana melakukan modifikasi atau retrofit pada seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) miliknya agar dapat beroperasi menggunakan batu bara berkalori rendah. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk strategi mitigasi risiko guna mencegah terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Sumatera.

Pihak PLN mengonfirmasi bahwa pemadaman bergilir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dipicu oleh menipisnya stok batu bara kalori menengah-tinggi untuk PLTU. 

Saat ini, kondisi pasokan dilaporkan telah kembali normal, sehingga pemadaman bergilir dipastikan sudah tidak ada lagi sejak akhir Juni 2026.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa tingkat produksi batu bara berkalori tinggi yang selama ini menjadi andalan pasokan PLTU kini mulai menyusut. 

Di sisi lain, ketersediaan batu bara dengan kalori rendah justru melimpah. Persoalannya, mayoritas PLTU yang ada saat ini belum kompatibel untuk mengonsumsi batu bara kalori rendah tersebut.

"Untuk itu, kami juga melakukan adjustment (penyesuaian) terhadap pembangkit-pembangkit kami, yang tadinya menggunakan batu bara dengan kalori menengah-atas bisa menggunakan batu bara dengan kalori low rank (kalori rendah)," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber, dalam RDP Bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Darmawan menjelaskan bahwa proses penyesuaian ini telah sukses diterapkan di PLTU Suralaya 6 dan 7, yang kini terbukti mampu membakar batu bara berkalori rendah. 

Sebelumnya, pembangkit tersebut mengonsumsi batu bara kalori tinggi berkisar antara 4.600-4.800 kkal/kg di tengah situasi pasokan yang kian menipis.

"Nah suksesnya retrofit di (PLTU) Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PT PLN Persero," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan, proyek retrofit PLTU ini telah masuk ke dalam rencana kerja perseroan untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. PLN menargetkan agar seluruh PLTU nantinya dapat memanfaatkan batu bara kalori rendah namun dengan emisi gas buang yang tetap terjaga rendah.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo turut menambahkan bahwa saat ini banyak unit PLTU di Indonesia yang usianya sudah tua.

Sejak pertama kali dibangun dahulu, pembangkit-pembangkit tersebut memang belum dirancang untuk memakai batu bara berkalori rendah.

"Kami akan memperbaiki peralatan-peralatannya, karena mau tidak mau teknologi itu kan harus beradaptasi, karena dulu kan pembangkit kami didesain untuk konsumsi yang kalori tinggi, sedangkan sekarang batu bara kalori tinggi sudah menipis, mau tidak mau harus adaptasi," kata Rizal, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua