Breaking

CDIA Akuisisi 40 Persen Saham Armada Maritim Senilai Rp1,60 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
CDIA Akuisisi 40 Persen Saham Armada Maritim Senilai Rp1,60 Triliun
ILUSTRASI, CDIA resmi mengakuisisi 40 persen saham PT Armada Maritim Persada senilai Rp1,60 triliun. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Perusahaan publik yang terhubung dengan Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), berencana mengakuisisi perusahaan pelayaran PT Armada Maritim Persada dengan nilai investasi mencapai US$90 juta. Berdasarkan informasi keterbukaan, CDIA melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), bersama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Armada Maritim Persada (AMP) telah menyepakati perjanjian bersyarat terkait pengambilan saham di PT AMP pada 30 Juni 2026.

"Berdasarkan Perjanjian tersebut, PT CSI berencana melakukan investasi pada PT AMP melalui pengambilan bagian atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT AMP dengan nilai investasi sebesar US$90 juta," tulis manajemen CDIA sebagaimana dilansir dari berita sumber, dikutip Jumat (3/7/2026).

Melalui aksi ini, PT CSI bakal mendekap 40% saham PT AMP. Menggunakan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS, nilai akuisisi saham di PT AMP tersebut setara dengan Rp1,60 triliun. 

Manajemen CDIA menjelaskan bahwa investasi ini dilakukan demi menopang strategi pertumbuhan serta perluasan bisnis PT AMP, sekaligus diharapkan memberi keuntungan ekonomi bagi Grup Perseroan lewat potensi naiknya nilai investasi dan perolehan dividen.

Sebagai informasi, langkah ini tergolong transaksi afiliasi lantaran terdapat hubungan pemilik manfaat akhir antara PT CSI dan PT AMP. Saat ini, PT AMP dimiliki sebesar 99,99% oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan 0,01% oleh PT Mareta Persada. 

Hubungan afiliasi dalam transaksi tersebut bermuara pada Prajogo Pangestu yang menggenggam 71,37% saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) selaku payung dari CDIA, serta 80,37% saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang bertindak sebagai induk usaha PT AMP.

PT AMP sendiri beroperasi di sektor angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk komoditas barang, serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, CDIA membukukan laba bersih senilai US$8,40 juta atau setara Rp142,37 miliar dengan acuan kurs Rp16.949 pada kuartal I/2026. Kendati pendapatan mampu melonjak dua digit, laba perusahaan justru tertekan karena pembengkakan pada beberapa pos beban.

CDIA mengantongi pendapatan total sebesar US$41,24 juta, mengalami kenaikan sebesar 19,1% year on year (YoY). Mayoritas lini pendapatan mencatatkan pertumbuhan, seperti penjualan daya listrik serta jasa kelistrikan lainnya yang naik 7,7% YoY menjadi US$22,77 juta, serta jasa sewa kapal yang melesat 44,7% YoY menjadi US$13,88 juta. 

Selanjutnya, lini pendapatan dari sewa gudang serta segmen jasa lainnya masing-masing membukukan US$0,41 juta dan US$0,39 juta. Kedua lini ini terpantau belum menghasilkan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2025.

Sebaliknya, segmen penjualan bahan bakar mengalami penurunan tipis sebesar 0,4% YoY menjadi US$2,55 juta, dan segmen sewa tangki serta dermaga menyusut 8,2% YoY menjadi US$1,23 juta. 

Sementara itu, beban pokok pendapatan terlihat melonjak 22,5% YoY menjadi sebesar US$31,16 juta. Meski demikian, laba kotor CDIA masih sanggup tumbuh 9,3% YoY dari posisi US$9,21 juta menjadi US$10,07 juta.

Setelah akumulasi laba kotor disesuaikan dengan sejumlah pos beban dan pendapatan lain, CDIA mencatatkan laba tahun berjalan senilai US$9,48 juta. 

Angka tersebut menunjukkan koreksi sebesar 68,6% YoY jika disandingkan dengan capaian kuartal I/2025 yang sebesar US$30,23 juta. Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$8,40 juta. 

Jumlah keuntungan bersih yang dikumpulkan CDIA ini merosot 70,2% YoY dari laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar US$28,17 juta.

Melihat kondisi neraca keuangan, total aset CDIA hingga akhir Maret 2026 tumbuh sebesar 9% year-to-date (YtD) menjadi US$1,90 miliar. 

Di sisi lain, total liabilitas perseroan melonjak 26,1% YtD menjadi US$766,44 juta, sedangkan total ekuitasnya terkontraksi tipis 0,1% YtD menjadi senilai US$1,13 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua