Breaking

Strategi Perbankan Tingkatkan Layanan Digital untuk Bisnis Wholesale

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
Strategi Perbankan Tingkatkan Layanan Digital untuk Bisnis Wholesale
ILUSTRASI, Bank BTN optimalkan platform Bale Korpora untuk meningkatkan layanan digital bisnis wholesale. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Bank-bank milik negara terus memperkokoh aplikasi terintegrasi sebagai langkah utama untuk memacu bisnis wholesale. Digitalisasi menjadi fokus utama dalam upaya menggaet nasabah korporasi, apalagi penyaluran kredit korporasi hingga April 2026 masih memperlihatkan tren yang positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit korporasi mencatatkan peningkatan 15,51 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Maret 2026 yang sebesar 14,88 persen yoy.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) salah satunya, terus mengoptimalkan layanan digital segmen wholesale lewat Bale Korpora. 

Hingga Mei 2026, platform tersebut mencatat kenaikan transaksi dan jumlah pengguna yang signifikan seiring makin tingginya adopsi layanan digital oleh nasabah korporasi.

Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, memaparkan bahwa hingga Mei 2026, Bale Korpora sudah digunakan oleh lebih dari 25.000 perusahaan, meningkat 32 persen secara tahunan. 

Untuk aktivitas transaksi, Bale Korpora mencatatkan volume sebesar Rp153 triliun atau melonjak 81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi digital di kalangan nasabah korporasi BTN, sekaligus menegaskan Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama dalam pengelolaan transaksi keuangan perusahaan secara lebih efisien dan terintegrasi," ujar Helmy, Jumat (3/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Helmy menjelaskan, Bale Korpora tidak sekadar berfungsi sebagai platform transaksi digital, tetapi menjadi instrumen strategis untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan. 

Menurutnya, pertumbuhan dana murah (CASA) melalui platform itu memberi ruang bagi BTN untuk menyalurkan kredit dengan biaya dana yang lebih kompetitif sekaligus menjaga margin tetap sehat. "Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia memandang prospek pembiayaan korporasi masih sangat terbuka, terutama di sektor-sektor yang menjadi keunggulan BTN seperti industri terkait properti (property-related industries), serta sektor strategis lain di ekosistem bisnis nasabah. 

Melihat tren tersebut, BTN membidik agar jumlah pengguna Bale Korpora naik menjadi sekitar 30.000 perusahaan hingga akhir 2026. Sementara itu, volume transaksi ditargetkan tumbuh sekitar 20 persen hingga 25 persen dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2025. "Target ini mencerminkan optimisme kami terhadap semakin meningkatnya kebutuhan korporasi akan layanan cash management digital yang terintegrasi, efisien, dan real time," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna mencapai target itu, BTN menerapkan strategi perluasan akuisisi pengguna, baik dari nasabah korporasi baru maupun peningkatan penggunaan layanan oleh nasabah lama. 

BTN juga mengembangkan pendekatan ecosystem-centric dengan memperluas relasi bisnis dari rantai industri hulu ke hilir. 

Ke depan, Bale Korpora akan dikembangkan menjadi platform wholesale banking yang lebih lengkap, tidak hanya untuk cash management, tetapi juga trade finance, supply chain financing, bank garansi, hingga layanan transaksi treasury seperti foreign exchange (FX). "Melalui pengembangan tersebut, kami ingin menjadikan Bale Korpora sebagai one-stop wholesale banking platform yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan korporasi secara lebih terintegrasi dan efisien," tutup Helmy, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga terus memperkuat layanan digital wholesale melalui platform BEWIZE by BSI. Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengungkapkan bahwa saat ini BEWIZE sudah digunakan oleh lebih dari 47.000 pengguna atau meningkat 34 persen secara tahunan. 

Seiring dengan pertumbuhan pengguna, jumlah transaksi di BEWIZE pun naik 46 persen secara tahunan. Menurut Wisnu, peningkatan tersebut mencerminkan tingginya adopsi layanan digital sekaligus memperkuat kontribusi segmen wholesale terhadap pertumbuhan bisnis BSI. "Capaian ini didorong oleh kemudahan layanan yang terintegrasi dalam satu platform dengan konsep single sign on, termasuk layanan cash management, digital value chain, dan foreign exchange," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BSI optimistis kapasitas teknologi informasi yang kian besar akan menjadi mesin baru untuk memacu pertumbuhan bisnis wholesale sekaligus mendukung target perseroan mencapai 40 juta nasabah dalam beberapa tahun mendatang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua