Breaking

Transformasi BUMN Melalui Danantara Harus Dorong Daya Saing Perusahaan

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 08 Juli 2026
Transformasi BUMN Melalui Danantara Harus Dorong Daya Saing Perusahaan
ILUSTRASI, Transformasi BUMN melalui Danantara fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA — Keberhasilan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) dinilai tidak dapat diukur hanya dari peningkatan laba. Reformasi BUMN juga harus tecermin dari meningkatnya produktivitas, daya saing, serta tata kelola yang mampu menjaga kinerja secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengapresiasi langkah Danantara Indonesia yang telah merampungkan laporan keuangan Tahun Buku 2025 seluruh BUMN. 

Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting untuk melanjutkan transformasi bisnis dan konsolidasi sektoral di perusahaan pelat merah.

"Kami apresiasi jika banyak BUMN meningkatkan keuntungannya dan berhasil pulih dari kerugian berkat transformasi, perampingan, pemangkasan lapisan manajemen, serta efisiensi biaya operasional secara besar-besaran," kata Esther dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (7/7/2026).

Sebelumnya, Danantara melaporkan sejumlah BUMN mencatatkan perbaikan kinerja sepanjang April 2025 hingga April 2026, baik melalui kenaikan laba maupun keberhasilan beberapa perusahaan berbalik dari rugi menjadi untung. 

Namun, laporan keuangan konsolidasi BUMN masih dalam proses audit.

Meski demikian, Esther menilai pertumbuhan laba belum cukup menjadi indikator utama keberhasilan transformasi. 

Menurutnya, reformasi BUMN juga harus diukur dari kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan mempertahankan kinerja positif dalam jangka panjang.

"Selain pertumbuhan laba, indikator keberhasilan lain bisa dilihat dari kemampuan perusahaan memperkuat daya saing dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dia menambahkan, keberlanjutan transformasi BUMN sangat bergantung pada kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif. 

Regulasi yang konsisten dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendukung ekspansi usaha BUMN.

Esther juga menilai restrukturisasi yang didukung Danantara Asset Management mulai menunjukkan hasil di sejumlah perusahaan, termasuk Krakatau Steel dan Kimia Farma, yang disebut berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba.

Di sisi lain, dia menilai kebijakan pengelolaan dividen BUMN melalui Badan Pengelola Investasi Danantara sudah berada di jalur yang tepat, selama dana tersebut diinvestasikan kembali pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Menurut Esther, investasi sebaiknya diprioritaskan pada pengembangan transisi energi hijau, pembangunan infrastruktur dasar, serta hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperkuat daya saing ekspor Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua