Breaking

Amazon Terbitkan Obligasi Dolar AS Incincar Dana Rp449 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 08 Juli 2026
Amazon Terbitkan Obligasi Dolar AS Incincar Dana Rp449 Triliun
ILUSTRASI, Amazon mengumumkan penerbitan obligasi dolar AS senilai USD25 miliar untuk mendanai investasi AI. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Raksasa teknologi dan e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon.com, berencana menggalang dana segar sekitar USD25 miliar (Rp449,75 triliun) melalui penerbitan obligasi dalam denominasi dolar AS. Langkah ini menjadi manuver terbaru perusahaan finansial global demi mendanai investasi infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Nilai emisi obligasi Amazon tersebut masih berpotensi membengkak dan tergantung pada kuatnya serapan dan permintaan dari para investor global, sebagaimana dilansir dari berita sumber Bloomberg News, Selasa (7/7/2026).

Sementara itu, berdasarkan dokumen keterbukaan informasi regulator bursa efek pada hari yang sama, raksasa teknologi ini mengajukan penawaran obligasi yang terbagi ke dalam delapan bagian (eight-part offering), mencakup kombinasi surat utang dengan suku bunga mengambang (floating rate) maupun suku bunga tetap (fixed rate).

Langkah korporasi dengan memanfaatkan pasar utang (debt market) maupun penjualan saham baru (equity sales) menandai pergeseran besar dalam strategi pendanaan para raksasa teknologi di Lembah Silikon (Silicon Valley). 

Konglomerat teknologi yang biasanya mengandalkan tumpukan cadangan kas internal (cash reserves) mereka untuk ekspansi, kini mulai agresif mencari pendanaan eksternal akibat tingginya biaya ekosistem AI.

Gabungan korporasi Big Tech dunia termasuk Amazon, Alphabet (Google), Microsoft, dan Meta (Facebook), diestimasi bakal menggelontorkan belanja modal hingga lebih dari USD700 miliar (Rp12.593 triliun) khusus untuk sektor AI pada tahun ini saja.

Sejauh ini, pasar menyambut positif instrumen utang komersial tersebut berkat peringkat investasi (investment-grade) yang solid. Sebelumnya, pada bulan lalu Alphabet resmi mengumumkan peningkatan target penjualan saham baru untuk menggalang dana hingga sekitar USD 85 miliar. 

Sementara itu, Meta meluncurkan obligasi senilai USD25 miliar pada awal tahun ini, menyusul rekor emisi obligasi terbesar sepanjang sejarah perusahaan sebesar USD30 miliar pada Oktober tahun lalu.

Dalam keterbukaannya, Amazon secara resmi menunjuk konsorsium perbankan investasi elit Wall Street yang terdiri dari Barclays, Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan Morgan Stanley sebagai joint book-running managers yang mengawal proses emisi obligasi berdenominasi greenback ini.

Aksi korporasi ini memperpanjang catatan penggalangan dana agresif Amazon di pasar modal. 

Sebelumnya pada Maret lalu, Amazon juga sukses mengeksekusi penerbitan obligasi 11 bagian senilai USD37 miliar (sekitar Rp665,6 triliun) yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) secara masif oleh para investor.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua