Breaking

Permintaan Lahan Industri Melonjak, Bisnis SSIA On Track

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 09 Juli 2026
Permintaan Lahan Industri Melonjak, Bisnis SSIA On Track
ILUSTRASI, Bisnis lahan industri SSIA berjalan sesuai target hingga paruh pertama tahun 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) merasa yakin dapat memenuhi target penjualan lahan industri sampai akhir 2026 mendatang. Hal ini didorong oleh kondisi permintaan yang masih memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif.

VP of Investor Relations & Corporate Communications SSIA, Erlin Budiman, menjelaskan bahwa performa bisnis perseroan sampai paruh pertama tahun 2026 ini berjalan di jalur yang tepat sesuai rencana awal tahun. 

Berdasarkan penjelasannya, minat terhadap lahan industri pada triwulan kedua 2026 melonjak tajam hingga menembus angka di atas 400 hektare, naik jika disandingkan dengan periode sebelumnya yang berkisar di angka 260 hektare.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami melihat perkembangan bisnis SSIA hingga semester I masih sesuai dengan target perusahaan, terutama dari sisi permintaan lahan industri yang pada kuartal kedua meningkat menjadi lebih dari 400 hektare," ujar Erlin, Kamis (9/7/2026).

Erlin memaparkan bahwa permintaan area industri di sepanjang tahun ini didominasi oleh bidang-bidang strategis, meliputi sektor otomotif, gawai/elektronik, komponen baterai, pusat data (data center), fasilitas pergudangan, hingga industri makanan dan minuman. 

Ketertarikan yang masif dari berbagai sektor tersebut memperkuat keyakinan manajemen bahwa sasaran penjualan lahan hingga penutupan tahun nanti dapat terpenuhi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami masih cukup optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan pada awal tahun. Namun, kami terus memantau perkembangan dinamika domestik maupun global yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi calon tenant," jelasnya.

Bukan hanya di area kawasan industri, lini bisnis perhotelan milik SSIA juga menampilkan performa yang kokoh. Erlin mengutarakan belum ada penyusutan yang berarti pada angka kunjungan pelancong luar negeri yang bermalam di hotel bintang lima kepunyaan perseroan. 

Di sisi lain, persentase keterisian kamar (okupansi) untuk jaringan hotel bintang tiga terpantau merangkak naik. Sampai dengan April 2026, rata-rata tingkat okupansi menyentuh angka 69%, mencatatkan kenaikan dari rentang waktu yang sama di tahun sebelumnya yang berada di posisi 65%.

Beralih pada sektor konstruksi, entitas anak usaha SSIA, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), sukses mengantongi perolehan kontrak anyar bernilai Rp 1,14 triliun per Mei 2026. 

Erlin menerangkan pihak manajemen tetap optimistis target perolehan kontrak baru untuk NRCA bisa diraih, mengingat tren pengamanan proyek baru secara musiman biasanya melonjak pada paruh kedua, khususnya di triwulan ketiga dan keempat.

Walau demikian, pihak SSIA belum membeberkan angka riil dari hasil penjualan lahan maupun persentase okupansi pada kawasan industri Subang Smartpolitan untuk sepanjang semester I-2026 ini. 

Manajemen menyatakan bahwa laporan data tersebut bakal dipublikasikan secara resmi bersamaan dengan peluncuran laporan kinerja semester I-2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua