Breaking

Terowongan MRT Jakarta Arah Utara Bundaran HI sampai Kota Rampung

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 09 Juli 2026
Terowongan MRT Jakarta Arah Utara Bundaran HI sampai Kota Rampung
ILUSTRASI, Mesin bor terowongan MRT Jakarta berhasil menembus titik akhir di selatan Stasiun Mangga Besar. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menyelesaikan pengerjaan terowongan untuk jalur arah utara di proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas utara-selatan, yang menyambungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sampai Stasiun Kota. Keberhasilan penyelesaian ini menjadi momen krusial dalam pengerjaan MRT Fase 2A sekaligus membuka jalan untuk kelanjutan fase konstruksi selanjutnya.

Keberhasilan ini ditandai melalui proses breakthrough, yaitu momen ketika mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) 1 sukses sampai di titik akhir pengeboran dan menembus bagian selatan Stasiun Mangga Besar. 

Melalui keberhasilan ini, terowongan untuk jalur arah utara yang memiliki panjang kisaran 5,8 kilometer sekarang sudah menyambungkan lintas utara-selatan MRT Jakarta Fase 1 dengan Fase 2A.

Dalam proses pengerjaan terowongan arah utara Fase 2A ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama pihak kontraktor memakai tiga unit mesin bor terowongan. 

Tiap-tiap mesin menyelesaikan paket konstruksi yang tidak sama, yaitu paket CP201 untuk rute Bundaran HI Bank Jakarta–Harmoni, paket CP202 rute Harmoni–Mangga Besar, dan paket CP203 rute Mangga Besar–Kota.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina menyampaikan bahwa lokasi breakthrough di area selatan Stasiun Mangga Besar berada di kedalaman kisaran 28 meter dari bawah permukaan tanah. 

Berdasarkan penjelasannya, tingkat kedalaman ini menjadikan terowongan tersebut, bersama dengan terowongan yang berada di Stasiun Sawah Besar, sebagai terowongan kereta bawah tanah yang paling dalam di Indonesia sekaligus menjadi salah satu raihan krusial dalam dunia konstruksi sipil nasional.

Untuk paket CP202, mesin TBM 1 mengerjakan terowongan dengan panjang kisaran 395 meter yang dimulai dari Stasiun Harmoni ke arah Stasiun Sawah Besar, dan juga terowongan dengan panjang kisaran 800 meter yang menyambungkan Stasiun Sawah Besar menuju Stasiun Mangga Besar.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta," ujar Weni dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Weni Maulina mengimbuhkan bahwa aktivitas pengeboran terowongan untuk jalur arah utara ini sukses dituntaskan selaras dengan target yang sebelumnya sudah dipatok.

Keberhasilan pengerjaan ini menjadi tahapan krusial untuk menuju penyelesaian fase konstruksi berikutnya supaya proyek dapat terus berjalan selaras dengan jadwal yang ditentukan. 

Pada saat ini, pihak tim konstruksi PT MRT Jakarta bersama dengan kontraktor sedang merampungkan pengerjaan terowongan untuk jalur arah selatan yang membentang mulai dari Stasiun Kota ke arah Bundaran HI.

Semua pengerjaan terowongan MRT Jakarta Fase 2A untuk lintas utara-selatan ini dipasang target selesai pada kuartal IV 2026. Sampai dengan tanggal 25 Juni 2026, kemajuan pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2A telah menyentuh angka 61,8%. 

Pihak perseroan memasang target agar segmen 1 rute Bundaran HI–Monas dapat rampung dan mulai berjalan secara komersial pada akhir tahun 2027, sementara segmen 2 menuju Stasiun Kota ditargetkan dapat berjalan pada akhir tahun 2029.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua