Brent Turun ke 83,77 US Dolar, WTI Sentuh 80,34 US Dolar
JAKARTA – Harga minyak dunia jatuh tajam pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran. Keputusan tersebut meredakan ketegangan geopolitik dan menekan harga energi global.
Mengutip data perdagangan, minyak Brent pengiriman terdekat turun 6,35 US dolar atau 7 persen ke 83,77 US dolar per barel. West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 4,33 US dolar atau 5,1 persen ke 80,34 US dolar per barel. Penurunan ini membawa Brent ke level terendah sejak 13 Juli 2026.
Trump menyatakan jalur diplomasi kembali dibuka, memberi kesempatan terakhir bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan. Pernyataan tersebut memicu ekspektasi pasar akan bertambahnya pasokan minyak dari kawasan Teluk.
Namun, pemerintah Iran membantah klaim Trump. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada negosiasi atau agenda pertemuan dengan AS. Iran juga tidak berencana menerima delegasi asing maupun mengirim negosiator ke luar negeri dalam waktu dekat.
Menurut Ritterbusch and Associates, aksi jual tajam ini kemungkinan reaksi berlebihan terhadap pola komunikasi Trump. Pasar menilai volatilitas harga minyak masih tinggi karena pernyataan politik langsung memengaruhi arah komoditas.
Penurunan harga minyak dunia ini membatasi kenaikan harga bahan bakar di AS, namun tetap menimbulkan risiko bagi pasar energi global. Investor energi diminta waspada terhadap pola komunikasi politik yang bisa memicu fluktuasi mendadak.