Breaking

Rupiah Perkuat Posisi, Optimisme Kesepakatan AS-Iran Jadi Sentimen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 05 Agustus 2026
Rupiah Perkuat Posisi, Optimisme Kesepakatan AS-Iran Jadi Sentimen
Ilustrasi Rupiah menguat 0,32 persen ke Rp 17.969 per dolar AS pada perdagangan Rabu, didukung sentimen optimisme kesepakatan AS-Iran. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,32 persen ke Rp 17.969 per dolar AS pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Penguatan terjadi di tengah pelaku pasar menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026.

Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan naik 0,41 persen, peso Filipina 0,36 persen, won Korea Selatan 0,30 persen, ringgit Malaysia 0,13 persen, baht Thailand 0,05 persen, dolar Singapura 0,03 persen, dan yuan China 0,01 persen. Sementara rupee India melemah 0,05 persen dan dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen.

Penguatan rupiah dipicu meningkatnya tekanan terhadap greenback setelah rilis data lowongan kerja Amerika Serikat (JOLTS) yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Selain itu, sentimen risiko global membaik setelah laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan, sehingga meningkatkan optimisme pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan. 

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan,” ujar Lukman dalam risetnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, ia menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas karena pasar menunggu rilis data PDB Indonesia kuartal II 2026. 

“Data pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah maupun aset keuangan domestik. Jika realisasi PDB lebih tinggi dari ekspektasi pasar, sentimen terhadap aset Indonesia berpotensi membaik dan mendorong penguatan lanjutan rupiah,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak pada rentang Rp 17.900–Rp 18.050 per dolar AS.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua