Breaking

PDB Q2-2026 Lampaui Ekspektasi, IHSG Naik 0,74 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 05 Agustus 2026
PDB Q2-2026 Lampaui Ekspektasi, IHSG Naik 0,74 Persen
Ilustrasi IHSG menguat 0,74 persen ke level 6.363,01 pada penutupan sesi I menyusul rilis data PDB.(sumber foto: NET)

JAKARTA – Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II-2026. Capaian Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut melampaui estimasi pasar sebesar 5,10 persen.

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset harian menyebut, “Data ini menunjukkan fundamental ekonomi domestik masih cukup solid, meskipun momentum pertumbuhan mulai mengalami normalisasi,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen YoY, sekaligus menjadi laju tahunan paling rendah sejak kuartal III-2025.

Rilis data PDB direspons positif oleh pasar keuangan. IHSG menguat 0,74 persen ke 6.363,01 pada penutupan sesi I, dengan 436 saham menguat, 179 saham terkoreksi, dan 172 saham stagnan. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,34 persen, disusul sektor kesehatan 1,94 persen, serta sektor properti 1,84 persen.

Sejalan dengan IHSG, rupiah turut terapresiasi terhadap dolar AS. Rupiah menguat 0,57 persen atau 103 poin ke Rp 17.924 per dolar AS pada perdagangan siang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyampaikan, 

“Sehingga pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026 bila dibandingkan dengan triwulan II-2025 atau secara year on year tumbuh 5,29 persen,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Ia menambahkan, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp 6.552,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 3.576,2 triliun.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/QoQ), ekonomi tumbuh 3,73 persen dibanding kuartal I-2026. Secara kumulatif, PDB nasional tumbuh 5,45 persen dibanding semester I-2025.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua