Breaking

Fundamental Kuat Jaga Prospek Dolar AS, Fed Hawkish dan Data Ekonomi Masih Solid

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 05 Agustus 2026
Fundamental Kuat Jaga Prospek Dolar AS, Fed Hawkish dan Data Ekonomi Masih Solid
Ilustrasi Indeks dolar (DXY) tercatat stabil di angka 99,83 meski imbal hasil US Treasury menurun. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Dolar Amerika Serikat diproyeksi tetap menjadi valuta asing dengan prospek terjaga meski imbal hasil US Treasury 10 tahun menurun ke level 4,60 persen. Indeks dolar (DXY) tercatat di 99,83.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Future Brahmantya Himawan mengatakan, penurunan imbal hasil memang sedikit mengurangi daya tarik dolar dalam jangka pendek. Namun pelemahan dinilai terbatas karena fundamental masih kuat. 

“Dolar masih didukung oleh fundamental yang kuat, terutama karena The Fed masih mempertahankan sikap hawkish,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejumlah pejabat The Fed disebut masih mendukung suku bunga tinggi untuk memastikan inflasi kembali ke target. Data pasar tenaga kerja AS juga solid, sehingga koreksi dolar lebih merupakan penyesuaian jangka pendek.

Sentimen yang memengaruhi dolar ke depan antara lain arah kebijakan The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, perkembangan negosiasi AS–Iran, harga minyak, serta data ekonomi AS seperti CPI dan NFP.

Brahmantya menilai dolar AS tetap menjadi safe haven utama karena pasar obligasi terbesar di dunia, likuiditas tinggi, dan status petrodollar. Ia juga menyebut yen Jepang mulai menarik karena intervensi pemerintah, meski penguatan yen masih terbatas tanpa normalisasi kebijakan Bank of Japan.

“Intervensi dapat mengurangi volatilitas dan membeli waktu, tetapi agar tren penguatan yen berlanjut dibutuhkan normalisasi kebijakan moneter yang lebih agresif dari Bank of Japan,” sebut Brahmantya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam jangka pendek, DXY berpotensi tertekan jika perdamaian AS–Iran berlanjut dan harga minyak turun. Namun selama data ekonomi AS kuat dan The Fed hawkish, dolar masih berpeluang menguji area 102–103 hingga akhir tahun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua