Breaking

Dampak Penurunan Harga Minyak Terhadap Euro Menurut Commerzbank

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 06 Agustus 2026
Dampak Penurunan Harga Minyak Terhadap Euro Menurut Commerzbank
Ilustrasi Minyak (FOTO : NET)

JAKARTA – Michael Pfister dari Commerzbank berpendapat bahwa harga Minyak yang lebih rendah pada awalnya dapat menahan Euro (EUR) dengan mengurangi ekspektasi suku bunga Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Namun, seiring waktu, berakhirnya konflik Iran secara permanen dapat mendukung mata uang tersebut melalui Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) yang lebih kuat dan aktivitas ekonomi riil yang membaik.

“Selama beberapa pekan terakhir, saya telah beberapa kali menyampaikan bahwa euro mungkin tidak serta-merta diuntungkan oleh berakhirnya perang apabila ekspektasi suku bunga ECB mereda setelah harga minyak turun. Namun, kondisi ini tidak hanya berlaku bagi euro. Sejak konflik Iran dimulai, pergerakan ekspektasi suku bunga untuk bank-bank sentral utama G10 pada dasarnya terbagi ke dalam dua kelompok:” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Semakin besar ketergantungan suatu negara pada impor energi, semakin kuat pula respons ekspektasi suku bunga bank sentral terhadap perubahan harga minyak. Dengan kata lain, ketika harga minyak naik, ekspektasi kenaikan suku bunga juga meningkat. Hal ini berlaku bagi ECB, serta BoE dan Swiss National Bank. Namun, kondisi tersebut juga berarti bahwa ekspektasi itu akan kembali berkurang dari harga pasar apabila harga minyak turun.” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Jadi, kami memiliki dua argumen: eksportir energi bersih kemungkinan akan mengalami penurunan terms of trade ketika harga minyak turun, sementara ekspektasi suku bunga mereka kurang bergantung pada harga minyak. Ini kemungkinan menjadi alasan utama mengapa hubungan inversi (yaitu, apresiasi akibat ketergantungan energi yang lebih rendah saat harga minyak turun) lebih lemah dibandingkan ketika harga minyak naik." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Satu poin yang sejauh ini saya lewatkan adalah bahwa ekonomi riil dari importir energi bersih juga akan diuntungkan dari berakhirnya konflik Iran secara permanen. Indikator-indikator utama seperti PMI kemungkinan akan bereaksi terlebih dahulu. Namun reaksi ini kemungkinan akan memakan waktu lebih lama dibandingkan reaksi yang terlihat pada ekspektasi suku bunga." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua