WTI Sentuh US Dolar 77,95, Pasar Cermati Risiko Geopolitik
JAKARTA – Harga minyak mentah WTI kembali naik pada Jumat (7/8/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Mengutip Trading Economics pukul 10.00 WIB, harga minyak mentah WTI berada di level US Dolar 77,95 per barel, naik 0,66 persen secara harian.
Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf mengatakan, kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang kembali memanas di Selat Hormuz. Sejumlah laporan menyebut Iran menyerang “target-target bermusuhan” di selat tersebut setelah terjadi ledakan di dekat Pulau Qeshm.
“Ketegangan ini semakin diperumit oleh rancangan kesepakatan Iran-Oman yang mengatur jalur pelayaran tersebut, di mana Teheran berupaya melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Hormuz, serta mewajibkan negara-negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi sebelum diberikan izin lintas,” ujar Alwi Assegaf, Research & Development Trijaya Pratama Futures sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Iran bahkan mengusulkan denda setara 20 persen dari nilai kargo kapal bagi pihak yang melanggar ketentuan tersebut. Parlemen Iran kini tengah membahas rancangan proposal yang memuat syarat pelayaran lebih ketat dibanding perkiraan pasar sebelumnya, sehingga menambah premi risiko pada harga minyak global.
Dalam jangka pendek, Alwi memperkirakan support harga minyak mentah WTI berada di level US Dolar 76,62 per barel dan resistance di level US Dolar 79,54 per barel.