Wall Street Melemah Terdampak Ketegangan Geopolitik Selat Hormuz
JAKARTA — Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026) seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pergerakan Indeks:
- S&P 500: turun 0,06% ke 7.753,12
- Nasdaq: melemah 0,32% ke 26.605,36
- Dow Jones: turun 0,11% ke 53.976,04
Faktor Tekanan Pasar:
- Intel: saham turun 4,1% setelah rencana menghimpun dana US$15 miliar melalui penjualan saham.
- Nvidia: turun 2,9% di tengah kabar persiapan paket pendanaan US$500 miliar untuk infrastruktur AI bersama Apollo Global dan Blackstone.
- Harga minyak: melonjak 5% ke US$82,13 per barel akibat ketidakpastian geopolitik.
Konteks Geopolitik:
- Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban perang dan protes.
- Iran meminta kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel.
- Investor pesimistis terhadap penyelesaian krisis, menambah premi risiko di sektor energi.
Komentar Pasar:
Tom Hainlin, investment strategist U.S. Bank Wealth Management, menyebut: “Margin dan laba berada pada rekor. Itulah cerita pasar ini, tetapi konflik Iran membuat sentimen risiko kembali muncul lalu menghilang.”
Data Ekonomi & Fed:
- Data ketenagakerjaan Juli: AS kehilangan 23.000 pekerjaan, mendorong ekspektasi lebih rendah atas kenaikan suku bunga Fed.
- Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga September kini 52%.
- Laporan kuartalan dari Applied Materials dan Cisco akan menjadi sorotan pekan ini.