Breaking

Saham Asia Menguat: KOSPI Reli 3,5 Persen dan Nikkei Turut Naik

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 13 Agustus 2026
Saham Asia Menguat: KOSPI Reli 3,5 Persen dan Nikkei Turut Naik
Ilustrasi indeks kospi (FOTO : NET)

JAKARTA – Sebagian besar saham di Asia terpantau menguat pada Kamis akibat dorongan reli baru saham sektor teknologi. Kondisi ini membawa indeks KOSPI Korea Selatan memasuki wilayah bull market secara teknikal, sementara laporan inflasi AS yang lebih rendah mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pergerakan indeks Asia tersebut menyusul tren positif dari sesi Wall Street sebelumnya. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,26 persen dan Nasdaq menguat 0,54 persen hingga mendekati level rekor.

Katalis utama pergerakan ini adalah laporan CPI AS yang mencatatkan kenaikan harga konsumen sebesar 0,1 persen pada Juli, sesuai dengan perkiraan pasar. Sementara itu, CPI inti mengalami peningkatan 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan.

Dampak dari data tersebut membuat pasar uang memangkas probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi kisaran 40 persen dari sebelumnya 54 persen. Hal ini memberikan dorongan energi tambahan bagi pergerakan saham-saham teknologi.

Indeks KOSPI Korea Selatan memangkas kenaikan awalnya dan diperdagangkan menguat 3,5 persen, yang memperpanjang pemulihan dari titik terendah akhir Juli hingga 23 persen. Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang beserta TOPIX turut menguat lebih dari 1 persen.

Pembalikan arah di pasar Korea Selatan terbilang sangat dramatis. Sebelumnya, KOSPI sempat anjlok 22 persen pada Juli yang menjadi penurunan bulanan terburuk sejak krisis keuangan global, serta masih berada sekitar 24 persen di bawah puncaknya akhir Juni.

Tingkat volatilitas pasar sejak saat itu perlahan mulai mereda. Kebijakan regulator yang memperketat aturan ETF berleverage saham tunggal serta berkurangnya pinjaman margin oleh investor ritel turut menekan volatilitas ke level terendah sejak April.

Sektor chip menjadi pendorong utama dalam pemulihan indeks ini. Saham Samsung Electronics melonjak 5,09 persen, SK Hynix menguat 7,58 persen, dan LG Innotek mengalami lonjakan 4,47 persen.

Pemasok dari Jepang juga menikmati reli, dengan Kioxia Holdings naik 8,50 persen, Murata Manufacturing melesat 10,55 persen, serta TDK menguat 4,30 persen. Namun, saham Sony justru tergelincir 1,86 persen.

Para investor kini mulai mengalihkan perhatian pada imbal hasil bagi pemegang saham. Ekspektasi terkait rencana pembayaran yang lebih besar dari Samsung dan SK Hynix turut menopang pemulihan pasar belakangan ini.

Sebaliknya, pasar saham China berbalik arah ke zona merah dengan indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing melemah 0,5 persen.

Pemulihan di pasar secara umum mencerminkan kembalinya kepercayaan investor bahwa belanja di sektor AI tetap kuat. Hasil kinerja perusahaan teknologi menunjukkan investasi besar yang berkelanjutan pada infrastruktur komputasi, seiring adopsi AI yang memperluas permintaan chip.

Di sisi lain, investor tetap mencermati tingkat persaingan dari China yang sempat menekan antusiasme terhadap saham memori Korea.

Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,2 persen, meskipun laporan laba memberikan beberapa sentimen positif. Indeks FTSE Straits Times Singapura meluncur 0,77 persen, sedangkan Nifty 50 India susut 0,39 persen.

Harga minyak memberikan kelonggaran setelah menghentikan reli kenaikan enam sesi beruntun. Brent tertekan ke bawah $89 per barel seiring investor memantau perkembangan AS-Iran, meski harga energi masih menjadi risiko utama inflasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua