Breaking

S dan P 500 Cetak Rekor Baru Saat Reli Saham AS Makin Meluas

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 14 Agustus 2026
S dan P 500 Cetak Rekor Baru Saat Reli Saham AS Makin Meluas
Ilustrasi Saham AS (FOTO : NET)

JAKARTA – Para ahli strategi Deutsche Bank melaporkan bahwa ekuitas Amerika Serikat (AS), yang dipimpin oleh S&P 500, telah mencapai rekor tertinggi baru karena data inflasi yang lebih lemah dan harga minyak yang lebih rendah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat tetap menahan suku bunga. Sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan indeks teknologi utama, termasuk Nasdaq dan saham semikonduktor, turut berpartisipasi dalam reli tersebut, sementara cakupan penguatan pasar semakin meluas, sebagaimana tercermin pada kinerja indeks berbobot sama.

"Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong (-0,93%) dan S&P/ASX 200 Australia (-1,01%) berada di bawah tekanan, sementara benchmark Tiongkok daratan mencatat penurunan tipis, dengan CSI 300 (-0,12%) dan Shanghai Composite (-0,21%) bergerak lebih rendah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Dan pada gilirannya, semua arus berita dovish ini menguntungkan saham AS, dengan S&P 500 (+0,65%) mencetak rekor lagi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Hal ini didukung oleh pemulihan Magnificent 7 (+1,20%) serta saham-saham teknologi secara lebih luas karena NASDAQ (+0,81%) dan indeks semikonduktor Philadelphia (+0,46%) juga menguat. Namun, secara lebih luas hari itu positif dengan S&P 500 berbobot sama (+0,74%) berkinerja lebih baik dan juga mencapai tertinggi baru," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Sebelumnya di Eropa, pasar tidak terlalu tangguh, dengan STOXX 600 (-0,04%) bergerak lebih rendah untuk sesi kedua berturut-turut," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Di Asia pagi ini, KOSPI (+1,99%) melanjutkan pemulihan terbarunya, memperpanjang reli ke sesi kelima berturut-turut, dengan Nikkei (+0,56%) juga menguat," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kontrak berjangka S&P 500 datar dengan padanan Nasdaq -0,15%. Kontrak berjangka Eropa kembali naik seperempat hingga setengah persen," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua