Breaking

Saham Hemnet Terbang 10 persen, Analis Sebut Tren Listing dan Trafik Tetap Kuat

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 18 Agustus 2026
Saham Hemnet Terbang 10 persen, Analis Sebut Tren Listing dan Trafik Tetap Kuat
Ilustrasi Saham Hemnet naik lebih dari 10 persen didorong oleh prospek listing yang membaik. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Saham Hemnet melonjak lebih dari 10 persen pada Selasa setelah JPMorgan meningkatkan peringkat saham tersebut menjadi Overweight dari Underweight.

Menaikkan target harganya menjadi 126 krona Swedia dari 81, dengan menunjuk pada prospek listing yang membaik dan valuasi yang telah menjadi menarik menyusul penurunan harga saham yang tajam.

Saham Hemnet baru-baru ini mengalami underperformance yang signifikan, turun 42 persen sejak awal tahun dibandingkan dengan kenaikan 11 persen pada indeks MSCI Europe.

Analis JPMorgan menyatakan bahwa penurunan valuasi ini didorong oleh aksi jual yang lebih luas di sektor iklan baris online di tengah kekhawatiran disintermediasi yang kembali muncul, namun yang lebih penting adalah adanya bukti hilangnya pangsa pasar secara berkelanjutan di pasar properti Swedia.

Proporsi properti terjual yang terdaftar di Hemnet turun menjadi sekitar 82 persen pada 2025, dari sekitar 90 persen pada 2023 dan 2024, seiring kompetitor Booli mendapatkan momentum dengan penawaran listing gratis bagi penjual rumah.

Meski menghadapi tekanan tersebut, para analis meyakini saham Hemnet kini layak untuk ditinjau kembali.

Mereka menunjuk pada ketahanan lalu lintas pengguna dibandingkan kompetitor, mencatat bahwa Hemnet tetap menjadi portal properti teratas di Swedia berdasarkan trafik, bersama dengan tanda-tanda positif awal dari model "Jual dulu / bayar belakangan" yang baru diperkenalkan.

"Kami memperkirakan tren listing akan terus membaik yang seharusnya mendukung re-rating pada nama ini," kata para analis yang dipimpin oleh Marcus Diebel, seraya menambahkan bahwa momentum sudah mulai meningkat, dengan listing yang diterbitkan turun 10 persen pada Juli dibandingkan penurunan 31 persen pada kuartal pertama.

Dengan pertumbuhan rata-rata pendapatan per listing yang masih terjaga di 12,4 persen pada kuartal kedua, JPMorgan memandang perbaikan tren listing sebagai katalis utama untuk mengubah persepsi investor.

Para analis juga mencatat bahwa penangguhan pendapatan yang terkait dengan pergeseran penetapan harga "Jual dulu / bayar belakangan" diperkirakan akan teranulisasi mulai awal 2027, yang selanjutnya akan memperbaiki gambaran pertumbuhan yang dilaporkan.

Berdasarkan basis yang disesuaikan dengan pertumbuhan, para analis menyebut Hemnet sebagai saham termurah dalam kelompok sebayanya, diperdagangkan pada 11,2 kali EV/EBITDA 2027 untuk tingkat pertumbuhan tahunan majemuk EBITDA sebesar 17 persen, dibandingkan rata-rata kelompok sebaya sebesar 12,5 kali untuk pertumbuhan 7 persen.

JPMorgan menaikkan target kelipatan valuasinya menjadi 14 kali EV/EBITDA dari 9 kali untuk 2027, yang disebutnya tepat mengingat profil pertumbuhan Hemnet yang lebih tinggi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua